Pixel Codejatimnow.com

Plh Bupati Probolinggo Ingatkan Potensi Transformasi Digital

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Haryo Agus
Plh Bupati Heri Sulistyanto saat menjadi pemimpin apel peringatan Harkitnas 2024. (Foto: Humas Pemkab Probolinggo for jatimnow.com)
Plh Bupati Heri Sulistyanto saat menjadi pemimpin apel peringatan Harkitnas 2024. (Foto: Humas Pemkab Probolinggo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaksana Harian (Plh) Bupati Probolinggo Heri Sulistyanto ingatkan tentang potensi transformasi digital untuk menyongsong Indonesia Emas 2024.

Hal itu disampaikan Heri Sulistyanto saat menjadi pemimpin apel dalam memperingati Harkitnas 2024, Senin (20/5/2024).

Heri menyampaikan, peringatan Harkitnas itu mengingatkan tentang perjuangan para pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Terutama tentang sejarah lahirnya organisasi Boedi Oetomo yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa melalui jalur pendidikan.

“Tanggal 20 Mei 1908, lahirnya organisasi Boedi Oetomo telah menjadi tonggak sejarah untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Organisasi yang menjadi tempat bermula belajar dan menjadi penggerak kemerdekaan di tanah Hindia Belanda," kata Heri Sulistyanto.

Heri menerangkan, perjuangan dan gagasan Boedi Oetomo telah membawa Bangsa Indonesia sebagi bangsa yang diakui.

Tak salah jika Van Deventer, seorang tokoh politik etis Belanda menyatakan “Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun”. Pepatah yang bermakna bahwa Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata.

Baca juga:
Pimpin Upacara Harkitnas 2024, Plh Gubernur Jatim Bobby Tak Pernah Bayangkan Ini

“Apa yang digagas Boedi Oetomo kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai 'Jembatan Emas'. Kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah 'Jembatan Emas' yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heri menuturkan, perjuangan bangsa kini telah mencapai era yang semakin kompleks. Apalagi perubahan jaman di era digital yang begitu pesat. Penguasaan teknologi menjadi sesuatu yang penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan bijaksana. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79.5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada tahun 2030,” terangnya.

Heri menambahkan, kerjasama seluruh komponen masyarakat menjadi sesuatu yang harus dilakukan dalam percepatan transformasi digital.

Baca juga:
Harkitnas 2022, Adi Sutarwijono: Inovasi Surabaya Menginspirasi Indonesia

Percepatan transformasi digital yang dilakukan oleh pemerintah bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat telah menggerakkan roda transformasi digital secara pasti.

“Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri dan keyakinan. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita rayakan kebangkitan nasional menuju Indonesia Emas,” tandasnya.