Pixel Codejatimnow.com

Jatim Urutan Ketiga Penghasil Migas Tertinggi Nasional

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Ni'am Kurniawan
Adhy Karyono saat membuka IOG SCM Summit 2024 di Hotel Westin Surabaya (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Adhy Karyono saat membuka IOG SCM Summit 2024 di Hotel Westin Surabaya (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono membuka kegiatan Indonesian Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2024 (IOG SCM Summit 2024) di Hotel Westin, Surabaya, Senin (10/7/2024).

Dalam sambutannya, Adhy mengapresiasi kepada Pertamina yang telah sukses meningkatkan perekonomian warga Jatim dengan giat mengeksplor dan mengembangkan pengeboran minyak di wilayahnya.

"Saya salut dengan digitalisasi di dalam rantai pasok sektor migas yang sudah kuat sehingga memudahkan satu pintu terkoneksi dengan semua stakeholder. Selain itu, pemerintah juga mampu memberikan kemudahan perizinan bagi investor," kata Adhy.

Adhy menyebut, di Jawa Timur terdapat 28 wilayah kerja minyak dan gas bumi yang statusnya 8 eksplorasi, 17 produksi dan 2 pengembangan.

Hingga Maret 2024, tercatat produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 172,227 barel oil per daya dan 734,07 million metric standart cubic feed day.

Baca juga:
11 KKKS dari SKK Migas Raih Proper Emas Kementerian LHK

"Jawa Timur menduduki peringkat ketiga sebagai daerah penghasil migas terbesar setelah Riau dan Kalimantan Timur," tegasnya.

Sementara Wakil SKK Migas, Shinta Damayanti menjelaskan, inovasi dan terobosan digitalisasi akan menaikkan produksi dan memudahkan database antara SKK Migas dan KKKS dalam menyatukan peta hulu migas, minyak, gas, infrastruktur sehingga diharapkan mampu memberikan perencanaan yang baik dari sisi teknis sampai proses pengadaan dan bersinergi lebih cepat.

"Data menjadi kunci untuk pemetaan dan pengadaan sehingga terintegrasi dan tidak ada mis komunikasi," ujarnya.

Baca juga:
Investasi Hulu Migas 2023 Meningkat Lampaui Rata-rata Global

Dalam prosesnya, Shinta juga menambahkan bahwa SKK migas berkerja sama dengan Kementerian ESDM tentang laporan cadangan dan sumber daya serta Kementerian Keuangan dalam sistem informasi terintegrasi melalui database.

"Semua kami lakukan agar bisa dibaca dalam satu platform dan prosesnya semakin cepat," tutupnya.