Pixel Code jatimnow.com

Buntut Kekerasan, Gubernur Jatim Diminta Copot Kepsek SMKN 1 Surabaya

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Erwin Yohanes Arry Saputra
SMKN 1 Surabaya
SMKN 1 Surabaya

jatimnow.com - Insiden pemukulan terhadap siswa inklusi kelas 11 multimedia SMKN 1 Surabaya membuat orang tua dari korban kekerasan tersebut tidak terima dan mendatangi kepala sekolah SMKN 1 Surabaya Bahrun di ruang kerjanya.

Saat masuk dalam kantor kepala sekolah orang tua RA di sambut oleh Wakasek Kesiswaan Asslamet, dan para perwakilan guru di dalam ruangan tersebut.

Orang tua korban Budi Sugiharto menjelaskan, pemukulan tersebut baru diketahui ketika anaknya menelepon dan mengaku ditampar oleh kepala sekolah tanpa alasan yang jelas.

Ia meminta agar kepala sekolah di SMKN 1 Surabaya untuk mundur dari jabatannya.

Baca juga: Siswa Inklusi SMKN 1 Surabaya Ditampar Kepsek

"Ujian sudah dikerjakan terus keluar kelas, itu diperintah gurunya, tapi di luar dimarahin kepala sekolahnya, tanpa ada keterangan basa-basi ditampar hingga kacamatanya lepas. Anak saya ini inklusi, saya minta kepala sekolah SMKN 1 ini mundur," ujarnya kepada awak media, Rabu (26/9/2018).

Ia meminta kepala sekolah mundur agar siswa kedepannya tidak trauma melihat perlakuan kekerasan yang dilakukan.

Baca juga:
Marak Kasus Kekerasan, Forum Guru Trenggalek Gelar Audiensi Dengan DPRD

"Karena kasihan anak-anak sekolah ini, kedepan mereka akan trauma melihat perlakuan seperti itu. Nggak pantas lagi kepala sekolah melakukan seperti itu. Jadi saya mohon keikhlasan pak Bahrun untuk mundur demi masa depan anak SMKN 1, demi pelajar," tuturnya.

Baca juga: Disebut Tampar Siswa, Kepsek SMKN1 Surabaya 'Kabur'

Ia menceritakan bahwa ada 3 anak yang menjadi korban kekerasan, satu ditampar satu dijambak dan satu lagi ditampel tangannya waktu mau menjelaskan dan minta maaf.

"Anak saya otomatis trauma, anak saya inklusi. Secara fisik ndak keliatan tapi batinnya kasihan. Saya ngeman (sayang) dia. Ada kejadian begini khawatir trauma ngga mau sekolah. Tapi saya maunya kepala sekolah mundur agar tidak ketemu lagi. Ada jaminan apa dari 3 anak ini agar tidak terintimidasi," ujarnya.

Baca juga:
Tersangka Penganiaya Guru di Trenggalek Berharap Kasusnya Selesai Lewat Mediasi

Saat ditanya apakah kasus ini akan dilaporkan ke pihak yang berwajib, Budi menjawab masih akan membahas permasalahan ini secara kekeluargaan.

"Masih kita bahas yang ini masih diupayakan secara kekeluargaan belum melaporkan ke polisi. Tapi kalau mundur ya ndak papa lebih aman. Saya minta kepada Gubernur Jatim Pakde Karwo untuk mencopot Kepala Sekolah SMKN 1 Surabaya," tegasnya.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam