Pixel Code jatimnow.com

Mahasiswa Ubaya Rancang Boneka Edukasi Seksual Interaktif

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Amelia Margaretha Suprapto (kanan) melakukan edukasi seksual menggunakan Boneka Sentasi di KB Sanggar Kreativitas Ubaya. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)
Amelia Margaretha Suprapto (kanan) melakukan edukasi seksual menggunakan Boneka Sentasi di KB Sanggar Kreativitas Ubaya. (Foto: Humas Ubaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual pada anak, seorang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan solusi inovatif, yakni Boneka Sentasi.

Boneka edukasi seksual interaktif ini dirancang untuk anak usia 3-6 tahun, memberikan pemahaman tentang sentuhan aman dan tidak aman sejak dini.

Amelia Margaretha Suprapto, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya, memperkenalkan Boneka Sentasi dalam sosialisasi di Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya.

Boneka ini hadir dalam dua karakter, Luca (laki-laki) dan Luna (perempuan), dilengkapi sensor sentuh di area sensitif seperti wajah, dada, alat kelamin, dan pantat. Ketika disentuh, boneka akan mengeluarkan suara peringatan, "Jangan sentuh!".

Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menunjukkan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan terhadap kekerasan seksual.

"Edukasi seksual itu penting sejak dini sebagai upaya pencegahan," ujar Amel. "Boneka ini memudahkan guru menyampaikan materi edukasi seksual dengan cara yang menyenangkan."

Baca juga:
VeriFuel, Solusi Cerdas Ubaya Atasi BBM Oplosan

Boneka Sentasi dilengkapi pakaian yang bisa dilepas-pasang dan tiga ekspresi wajah magnetik (senang, sedih, marah). Ada juga buku panduan untuk guru yang berisi materi edukasi dan skenario bermain peran.

Bunga Lia, seorang ibu yang anaknya mengikuti sosialisasi, menyambut baik inovasi ini. "Pendidikan seksual sejak dini itu penting, apalagi sekarang. Lebih menarik karena sambil bermain, jadi anak lebih mudah paham," katanya.

Shinta Oktaviani, Kepala Kelompok Belajar Sanggar Kreativitas Ubaya, menambahkan, dengan Boneka Sentasi, anak-anak belajar lebih jelas dan mengembangkan kemampuan emosi.

Baca juga:
Waspada Child Grooming! Ini Alur Manipulasi Korban Menurut Psikolog Ubaya

"Mereka jadi tahu kapan harus bicara dan menolak, serta paham batasan sentuhan pada tubuh mereka," tambahnya.

Boneka Sentasi adalah proyek tugas akhir Amel dan dipamerkan di GradeX, pameran tugas akhir mahasiswa Ubaya.