Pixel Code jatimnow.com

23 Desa Terendam Banjir, Bupati Jember Gerak Cepat Koordinasikan Penanganan Darurat

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Bupati Muhammad Fawait saat berkoordinasi dengan Gubernur Khofifah. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Bupati Muhammad Fawait saat berkoordinasi dengan Gubernur Khofifah. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com – Bencana banjir yang melanda 23 desa di 10 kecamatan Kabupaten Jember pada Kamis malam (12/2/2026) mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan seluruh unsur bergerak sigap untuk menangani dampak bencana serta mempercepat proses pemulihan.

Banjir tersebut menggenangi sedikitnya 7.445 rumah kepala keluarga (KK) serta merusak sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur vital.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Fawait melakukan langkah cepat melalui kerja lapangan dan koordinasi lintas pemerintahan. Upaya itu dilakukan guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Sebagai hasil koordinasi, tim teknis dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dijadwalkan turun langsung ke Jember pada Minggu (15/2/2026) untuk melakukan peninjauan kerusakan infrastruktur pascabanjir.

Peninjauan akan difokuskan pada sejumlah titik vital, terutama jembatan yang terdampak serta ruas jalan provinsi di wilayah Kecamatan Gumukmas, Kencong, hingga Jombang yang selama ini dikeluhkan masyarakat akibat kerusakan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif antara Bupati Jember dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dilakukan pada akhir pekan lalu.

Baca juga:
SPPG Semeru Jember Berdiri di Atas Saluran Air, Satgas MBG Sarankan Pindah

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane, menyampaikan bahwa bupati memilih pendekatan kerja senyap dalam penanganan bencana, dengan fokus utama pada percepatan penanganan di lapangan.

“Bupati memastikan seluruh tim bergerak, mulai dari Dinas Sosial, BPBD, para camat, hingga relawan. Kesigapan ini langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain penanganan teknis, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah strategis melalui penetapan status tanggap darurat agar koordinasi lintas sektor berjalan lebih efektif dan terarah.

Baca juga:
PKB Soroti Banjir Jember Kota: Kembalikan Drainase Sesuai Fungsi!

Regar menambahkan, komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi dilakukan melalui pendekatan silaturahmi dan koordinasi langsung. Hasilnya, Gubernur Jawa Timur segera menginstruksikan jajarannya untuk turun ke lapangan meninjau jembatan serta jalan provinsi yang rusak akibat banjir.

Di tengah situasi darurat, Pemkab Jember juga berupaya menjaga stabilitas psikologis masyarakat. Karena itu, bupati memilih tidak menjadikan bencana sebagai bahan publikasi berlebihan, melainkan menitikberatkan pada penyelesaian persoalan di lapangan.

“Fokus kami adalah pemulihan dan pelayanan kepada masyarakat, bukan pada eksposur semata,” pungkas Regar.