jatimnow.com - Malang Raya diyakini masih menjadi primadona wisatawan pada momen libur Lebaran 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jutaan wisatawan diperkirakan akan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata favorit Malang Raya pada periode tersebut.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, Polres Malang telah menyiapkan langkah preventif dan mitigasi, agar tidak terjadi insiden kecelakaan di objek wisata. Mengingat, berdasarkan data dari tahun ke tahun, selalu ada saja insiden wisatawan yang terkena musibah, seperti tenggelam atau hilang di Pantai Selatan Malang.
"Khusus untuk tempat wisata, sebagaimana diketahui di wilayah Kabupaten Malang banyak tempat-tempat wisata. Itu menjadi prioritas, kami menjamin keamanan di tempat-tempat wisata, baik keamanannya tadi, keselamatan dalam berlalu lintas, maupun keamanannya saat berada di tempat wisata," kata Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi.
Taat menjelaskan, selain pengamanan objek wisata, ada tiga prioritas lain yang akan dijalankan jajarannya pada Operasi Ketupat Semeru 2026. Yakni kelancaran arus lalu lintas; ketersediaan dan stabilitas harga pangan; dan pengamanan situasi lingkungan di wilayah hukum Polres Malang.
Taat menyatakan, akan melakukan rapat koordinasi dengan pengelola-pengelola destinasi wisata yang ada di Malang Raya. Termasuk pengelola Wisata Gunung Bromo dan sejumlah pantai di Malang Selatan.
"Kita mengimbau kepada seluruh pengelola wisata untuk satu memasang papan imbauan larangan berenang, kalau boleh renangnya di mana kalau dilarang ya di mana dilarangnya, ada papan imbauan," ucap Taat.
Setiap tempat wisata juga diperintahkan untuk menyiagakan petugas atau karyawan yang bertugas mengawasi pengunjung. Ketika ada pengunjung yang berenang area berbahaya, petugas dapat langsung memberi peringatan agar yang bersangkutan segera menjauh dari area tersebut.
"Kami juga menghimbau kepada pengelola wisata itu untuk memberikan pemberitahuan melalui pengeras suara. Rutin mungkin tiap berapa menit diimbau masyarakat itu pengunjung untuk menjaga keselamatan," jelasnya.
Baca juga:
Selama Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan di Tulungagung Meningkat 16 Persen
Pihaknya juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas ke sejumlah destinasi wisata baik yang menuju Kota Batu, Kota Malang, termasuk ke wilayah Wisata Gunung Bromo. Di wilayah Gunung Bromo misalnya, kepolisian menyiagakan pos pengamanan di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, yang merupakan akses masuk ke destinasi wisata tersebut.
Sementara itu, di wilayah Kota Malang, ancaman kemacetan parah diprediksi akan terjadi di sejumlah akses masuk dan pusat keramaian.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memetakan bahwa simpul kemacetan dari arah utara akan bermula di pintu masuk kendaraan dari wilayah Karanglo dan Singosari.
"Kepadatan diprediksi terpusat di area perbelanjaan, tempat wisata, dan sentra kuliner. Pemudik yang datang ke Kota Malang biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berwisata dan kulineran," jelas Wahyu Hidayat.
Baca juga:
Wisata Sumber Banteng, Destinasi Air Favorit di Kota Kediri Saat Libur Lebaran
Beberapa titik rawan macet di Kota Malang yang patut diwaspadai wisatawan antara lain, Kawasan Wisata Kayutangan Heritage, pusat perbelanjaan di sekitar Alun-Alun Kota Malang, sentra oleh-oleh di kawasan Jalan Kawi, serta Jalan Mayjen Panjaitan yang menjadi jalur arteri menuju Kota Wisata Batu.
Untuk mengurai kebuntuan lalu lintas, Pemkot Malang dan kepolisian tidak hanya mengandalkan pos tetap. Tetapi juga menyiagakan petugas pengurai kemacetan secara mobile.
"Mereka akan bergerak dinamis ke titik-titik kepadatan, terutama di sentra kuliner yang diprediksi sangat ramai," pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-83020-libur-lebaran-2026-malang-all-out-amankan-objek-wisata