Pixel Code jatimnow.com

Terlibat Cek Cok, ODGJ di Tulungagung Bacok Adik Kandungnya

Editor : Bramanta  
Petugas mengamankan ODGJ yang mengamuk di Tulungagung. (Foto: Polsek Kedungwaru for jatimnow.com)
Petugas mengamankan ODGJ yang mengamuk di Tulungagung. (Foto: Polsek Kedungwaru for jatimnow.com)

jatimnow.com – Seorang ODGJ di Tulungagung mengamuk dan membacok adiknya. ODGJ tersebut diketahui berinisial FC (37), warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Dengan menggunakan sabit, C membacok adik kandungnya A (27) yang selama ini merawatnya. Petugas Dinas Kesehatan mengevakuasi C dan membawanya untuk dirujuk ke RSJ Lawang, Malang. Sedangkan korban menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

Kapolsek Kedungwaru, AKP Karnoto mengatakan peristiwa pembacokan ini terjadi kemarin pagi. Saat itu korban mengunjungi kakaknya. Dengan masih mengenakan helm, korban terlibat cek cok dengan FC. Tak lama kemudian FC berlari ke arah kandang ayam milik tetangganya dan mengambil sabit.

"Pelaku langsung membacok korban sebanyak tiga kali dan mengakibatkan luka robek di bagian punggung," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Tetangga yang melihat kejadian tersebut berupaya melerainya. Mereka mengamankan pelaku dan berhasil mengambil sabit yang dibawanya. Saksi juga melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan. Sedangkan pelaku dibawa oleh Dinas Kesehatan ke RSJ Lawang, Malang.

Baca juga:
Tak Berizin, Empat Tiang Kabel Fiber Optik di Tulungagung Dirobohkan Petugas

"Pelaku dirujuk ke RSJ Lawang Malang oleh UPT Puskesmas Simo," terangnya.

Semetara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan menjelaskan pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa dan telah beberapa kali menjalani perawatan di RSJ, termasuk tiga kali dalam kurun waktu 2024 hingga 2025. Setelah dinyatakan stabil, pelaku biasanya dipulangkan dan melanjutkan pengobatan rutin melalui puskesmas setempat. Korban yang merupakan adik kandung pelaku diketahui selama ini justru berperan aktif dalam merawat, termasuk mengambilkan obat dan memastikan pelaku menjalani pengobatan secara rutin.

Baca juga:
Dinas Kesehatan Tulungagung Kejar Target Capaian Program Cek Kesehatan Gratis

“Selama ini korban yang merawat dan mengambilkan obat ke puskesmas. Sebelumnya juga tidak pernah ada riwayat kekerasan seperti ini,” pungkasnya.

PNKT sebagai Dirigen Nasional Warga Karang Taruna se-Indonesia
Refleksi 66 Tahun Karang Taruna

PNKT sebagai Dirigen Nasional Warga Karang Taruna se-Indonesia

Bukan lagi sekadar mempertahankan eksistensi, tetapi bagaimana memastikan organisasi ini tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.