Pixel Code jatimnow.com

MSIE Raup Pendapatan Rp6,79 Miliar, Bidik Ekspansi Properti Pendidikan di Bali

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Direktur Utama PT MSIE, Tanu Widjaja, dan Sekretaris MSIE, Catharina Siena Nesti DU Sunaryo, berbincang disela Public Expose Tahunan 2026 di Surabaya, Senin (15/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Direktur Utama PT MSIE, Tanu Widjaja, dan Sekretaris MSIE, Catharina Siena Nesti DU Sunaryo, berbincang disela Public Expose Tahunan 2026 di Surabaya, Senin (15/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Emiten penyedia infrastruktur properti pendidikan tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp6,79 miliar, naik 5,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong perolehan laba neto sebesar Rp254 juta dan laba komprehensif Rp257 juta. Di saat bersamaan, perusahaan memperkuat fondasi keuangan dengan memangkas liabilitas hingga 35,75 persen menjadi Rp11,95 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp112,98 miliar.

Direktur Utama PT MSIE, Tanu Widjaja, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah tantangan industri properti. Menurutnya, kebutuhan fasilitas pendidikan berkualitas masih menjadi peluang yang menjanjikan bagi perseroan.

“Sepanjang 2025 kami mampu menjaga tingkat okupansi properti pada angka 100 persen. Hal tersebut mencerminkan tingginya pemanfaatan aset sekaligus kuatnya hubungan jangka panjang dengan para penyewa,” ujar Tanu dalam Public Expose Tahunan 2026 di Surabaya, Senin (15/6/2026).

Seluruh aset yang dikelola MSIE terisi penuh selama tahun buku 2025. Kondisi tersebut menjadi penopang stabilitas pendapatan sekaligus memperlihatkan tingginya kebutuhan infrastruktur pendidikan yang sesuai standar lembaga pendidikan modern.

Selain menjaga performa aset yang ada, perusahaan terus melakukan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan guna mendukung kenyamanan dan kebutuhan operasional penyewa.

Memasuki 2026, MSIE mulai mengarahkan ekspansi ke luar Surabaya. Bali menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan sebagai sumber pertumbuhan baru seiring meningkatnya minat lembaga pendidikan internasional untuk mengembangkan layanan di Indonesia.

Baca juga:
IHSG Mengamuk, Meroket Tajam 7,57 Persen ke Level 5.746

Untuk menangkap peluang tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari diversifikasi portofolio properti pendidikan, memperkuat kerja sama jangka panjang dengan penyewa, hingga membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan internasional.

“Kami melihat permintaan terhadap layanan pendidikan internasional masih terus berkembang. Karena itu, pengembangan aset di kawasan strategis, termasuk Bali, menjadi bagian dari agenda pertumbuhan perusahaan ke depan,” ungkap Tanu.

Meski optimistis, perseroan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usaha. Sejumlah risiko yang menjadi perhatian antara lain ketergantungan pada penyewa utama, potensi kenaikan biaya operasional, serta dinamika sektor properti pendidikan.

Baca juga:
MSIE Tegaskan Bisnis Pendidikan Tetap Solid di Tengah Volatilitas Saham

Melalui strategi tersebut, MSIE menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai informasi, PT Multisarana Intan Eduka Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur properti pendidikan.

Perseroan dengan kode saham MSIE tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 10 Agustus 2023 dan berfokus pada investasi, pengembangan, serta pengelolaan properti yang mendukung operasional lembaga pendidikan di Indonesia.