jatimnow.com – PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola kawasan industri yang kompetitif dan ramah lingkungan.
Memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT BKMS berkolaborasi dengan Pemkab Gresik, akademisi, tenant kawasan, dan masyarakat pesisir untuk melakukan aksi nyata restorasi lingkungan di kawasan Kalimireng, Gresik.
Rangkaian aksi ekologis yang dilakukan dalam kegiatan tersebut meliputi penanaman 1.000 bibit mangrove di sepanjang aliran Sungai Kalimireng, pelepasan 1.000 benih ikan, dan pelepasan 100 benih kepiting.
Direktur PT BKMS, Bambang Soetiono, menegaskan bahwa tata kelola lingkungan kini telah menjadi urat nadi strategi pembangunan kawasan industri. Daya saing sebuah kawasan tidak lagi sekadar diukur dari kelengkapan infrastruktur, melainkan juga kredibilitasnya dalam menjaga kelestarian alam.
"Ke depan, daya saing kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh kredibilitas tata kelola lingkungannya. Karena itu kami terus memperkuat monitoring berbasis data, mengembangkan infrastruktur lingkungan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, tenant, dan masyarakat sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan yang berkelanjutan," ujar Bambang, Rabu (1/7/2026).
Langkah proaktif PT BKMS ini mendapat apresiasi dari Pemkab Gresik. Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh sebatas seremoni, melainkan harus diwujudkan dalam aksi kolaboratif.
Baca juga:
Danrem 084/Bhaskara Jaya Tinjau JIIPE Gresik, Perkuat Sinergi Investasi di Jatim
Kami mengapresiasi sinergi yang telah dibangun, termasuk perlindungan jaminan sosial bagi nelayan serta rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove," ujarnya.
Apresiasi senada datang dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gresik, Arief Witjaksono, serta tokoh nelayan setempat. Mereka berharap pelepasan benih ikan dapat mendekatkan area tangkap nelayan sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga.
Dari kacamata akademik, Guru Besar Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Eddy Setiadi Soedjono, menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dalam mengelola lingkungan kawasan industri.
Baca juga:
Pabrik Melamin Rendah Emisi di Kawasan JIIPE Gresik Perkuat Industri Kimia Nasional
"Perubahan kualitas perairan, kondisi ekosistem pesisir, maupun produktivitas sumber daya perikanan dipengaruhi banyak faktor yang saling berinteraksi. Oleh karena itu diperlukan monitoring jangka panjang, data berkala, serta kajian multidisiplin sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi lingkungan suatu kawasan," kata Prof. Eddy.
Tokoh masyarakat pesisir Kalimireng, Isharul, berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar pembangunan kawasan industri berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.
URL : https://jatimnow.com/baca-85659-tanam-1000-mangrove-jiipe-berkomitmen-jadi-kek-ramah-lingkungan