jatimnow.com - Progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Tulungagung telah mencapai 45 persen. Dari data yang terkumpul sementara, sektor industri menjadi penompang utama strukrur ekonomi di Tulungagung.
Kepala BPS Tulungagung, Dyah Sari Prihantari mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi ini berlangsung selama 2,5 bulan. Targetnya pelaksanaan Sensus Ekonomi dapat selesai pada 31 Agustus 2026.
"Target sasaran sensus di Tulungagung mencapai 506.000 kepala keluarga dan pelaku usaha," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Progres Sensus Ekonomi di Tulungagung masih on the track. Berdasarkan data BPS, selama satu bulan pelaksanaan progres data yang terkumpul sudah mencapai 45 persen. Dari data sementara didapatkan gambar umum bahwa penompang ekonomi di Tulungagung berasal dari sektor industri.
"Secara umum di Tulungagung sektor industri masih paling utama. Karena untuk merubah struktur ekonomi suatu wilayah butuh waktu lama. Terkadang waktu 10 tahun, belum tentu merubah struktur ekonomi," terangnya.
Sektor industri tidak melulu tentang pengusaha skala besar. Namun juga termasuk sektor kecil seperti usaha makan minum, pengolahan makanan atau UMKM. Selain industri, ekonomi di Tulungagung juga ditopang sektor perdagangan dan pertanian.
Baca juga:
88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB
"Kalau melihat data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dalam lima tahun terakhir masih didominasi oleh sektor industri, perdagangan dan pertanian. Namun hanya berbeda pada proporsinya," jelasnya.
Dyah juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi juga terdapat kendala di lapangan. Seperti warga yang takut jika datanya disalahgunakan dan validasi terhadap petugas sensus.
"Kalau kendala lumayan ada, tapi masih kondusif. Karena kami juga disupport oleh Forkopimda Tulungagung," paparnya.
Baca juga:
Wakil Ketua DPRD Tulungagung Dari Partai NasDem Diganti, Ini Alasannya
Untuk mengatasi kendala di lapangan, BPS juga menggandeng perangkat desa setempat agar masyarakat yang disurvei merasa nyaman. Hal itu juga lebih meyakinkan warga untuk dilakukan sensus oleh petugas.
"Ada warga yang mau didata kalau ada perangkat desa. Meskipun petugas sensus telah menggunakan atribut resmi. Dan alhamdulillah dari desa juga sangat mendukung kami," pungkasnya.