jatimnow.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus melakukan transformasi layanan guna memanjakan para penumpangnya. Untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang praktis, efisien, dan berkesinambungan, KAI resmi mengintegrasikan layanan Kereta Api (KA) jarak jauh dengan KA Commuter.
Hingga saat ini, dari total 40 stasiun yang melayani penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya, sebanyak 18 stasiun telah difungsikan sebagai simpul integrasi antarlayanan kereta api tersebut.
Meliputi Stasiun Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, dan Wlingi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa integrasi ini menjadi solusi konkret atas tingginya mobilitas masyarakat Jawa Timur. Penumpang kini tidak perlu lagi repot berpindah moda transportasi darat lainnya saat tiba di stasiun tujuan.
"Integrasi antara KA Jarak Jauh dengan KA Commuter/Lokal memberikan kemudahan bagi pelanggan. Pelanggan yang datang dari luar kota bisa langsung melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah penyangga di Jawa Timur menggunakan KA Lokal di stasiun yang sama," jelas Mahendro, Selasa (21/7/2026).
Baca juga:
KAI Daop 8 Surabaya Layani Lebih dari 38 Ribu Turis Asing pada Semester I 2026
Lebih dari sekadar titik transit, ke-18 stasiun integrasi tersebut kini berperan sebagai simpul mobilitas vital yang menghubungkan pusat pendidikan, pemerintahan, kawasan bisnis dan industri, hingga berbagai destinasi wisata.
Konektivitas ini diklaim menghadirkan berbagai keuntungan ganda bagi pelanggan. Selain mempercepat waktu tempuh perpindahan perjalanan, integrasi ini juga memperluas jangkauan ke area sub-urban, memberikan alternatif tarif perjalanan yang lebih ekonomis, dan mendukung mobilitas yang ramah lingkungan.
Baca juga:
Penumpang Kereta Api Daop 8 Surabaya Tembus 6,4 Juta Orang di Semester I 2026
Warga dari wilayah penyangga seperti Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil, hingga Malang Raya kini memiliki akses yang sangat mudah untuk bepergian ke berbagai kota besar di Pulau Jawa.
"KAI tidak hanya menghadirkan perjalanan antarkota, tetapi juga membangun konektivitas antardaerah. Kami berharap kemudahan ini semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal yang aman, nyaman, dan tepat waktu," tambah Mahendro.