Pixel Code jatimnow.com

BPOM Anugerahi Ajinomoto PMR Award 2026 atas Komitmen Keamanan Pangan

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyerahkan PMR Award 2026 kepada Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Hermawan Prajudi, dalam Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial 2026. (Foto: Corcom for jatimnow.com)
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyerahkan PMR Award 2026 kepada Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Hermawan Prajudi, dalam Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial 2026. (Foto: Corcom for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Ajinomoto Indonesia meraih Program Manajemen Risiko (PMR) Award 2026 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebagai perusahaan pertama yang menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) secara proaktif di seluruh fasilitas produksinya.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam memperkuat sistem keamanan pangan dan menjaga mutu produk secara berkelanjutan.

Penghargaan diserahkan dalam Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial 2026 yang mengusung tema "Kiprah 1 Dasawarsa Program Manajemen Risiko (PMR), Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing".

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, mengatakan pendekatan berbasis risiko menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat sistem pengawasan pangan nasional.

"PMR berperan penting dalam menjamin keamanan pangan dan membantu industri mengelola risiko secara efektif. Selama lebih dari 10 tahun, BPOM telah menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami meyakini bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa," ujar Taruna Ikrar.

Ajinomoto Indonesia menerima penghargaan pada kategori "Industri Pertama yang Menerapkan PMR Proaktif di Seluruh Fasilitas Produksi". Penghargaan diterima Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Hermawan Prajudi.

Program Manajemen Risiko merupakan sistem yang dikembangkan BPOM untuk mendorong kepatuhan industri pangan melalui pengelolaan risiko yang sistematis dan berkelanjutan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan jaminan keamanan pangan, menjaga konsistensi mutu produk, serta memperkuat pengawasan pada setiap tahapan produksi.

Baca juga:
Ajinomoto Fasilitasi Sertifikasi Halal 500 UMKM Jabar dan Jatim

Sebagai produsen bumbu pangan, Ajinomoto Indonesia mulai menerapkan PMR secara bertahap di seluruh fasilitas produksinya sejak 2022. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat sistem manajemen mutu sekaligus memastikan produk yang dipasarkan memenuhi standar keamanan pangan.

Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Hermawan Prajudi, mengatakan penghargaan itu menjadi apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas produk.

"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja keras seluruh karyawan PT Ajinomoto Indonesia dalam menjaga standar kualitas dan keamanan pangan secara konsisten. Bagi kami, keamanan pangan bukan hanya pemenuhan regulasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada konsumen," terangnya.

Baca juga:
Ajinomoto Proyeksikan Aktivitas Bisnis Ramah Lingkungan, BRIN: Luar Biasa

Setiap tahun BPOM memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang dinilai berhasil menerapkan kepatuhan terhadap regulasi serta mendukung penguatan sistem pengawasan pangan nasional.

Pada PMR Award 2026, penghargaan diberikan kepada perusahaan yang mampu mengelola risiko secara efektif untuk menjamin keamanan pangan, menjaga mutu produk, dan melindungi konsumen.

Bagi Ajinomoto Indonesia, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya manajemen risiko sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem industri pangan nasional yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.