Pixel Code jatimnow.com

Sulap Sampah Jadi Pengganti Batu Bara PLTU, PLN Bangun Fasilitas RDF Biomassa

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
Tempat pengolahan sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara. (Foto: PLN UIT JBM for jatimnow.com)
Tempat pengolahan sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara. (Foto: PLN UIT JBM for jatimnow.com)

jatimnow.com – Langkah inovatif mengubah tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi berhasil diwujudkan di Kabupaten Banyuwangi. PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) resmi meluncurkan bantuan Program Piloting Produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah limbah sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara untuk pembangkit listrik.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi energi nasional menuju Green Energy sekaligus mengatasi problematika sampah daerah.

"RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, pengelolaan sampah yang efektif dan penyediaan sumber energi ramah lingkungan. Kami memiliki cita-cita besar agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari ini nantinya dapat diserap dan dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara," kata Ika.

Penyerahan bantuan sarana produksi ini dilakukan secara langsung oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, dengan disaksikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga:
PT SIER Bagikan Puluhan Alat Pengolah Sampah ke 12 Kampung di Surabaya

Kehadiran fasilitas pengolahan sampah terpadu ini diyakini akan memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain mendukung ketahanan energi, program ini diklaim mampu memperpanjang usia Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Banyuwangi yang kian kritis.

Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, mengapresiasi penuh dukungan TJSL dari PLN UIT JBM. Ia membeberkan bahwa fasilitas ini didukung oleh mesin pengolah yang sangat mumpuni.

Baca juga:
Danantara Indonesia Bentuk Perusahaan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

"Dengan kapasitas mesin yang mencapai 10 ton, kami mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA secara signifikan. Ke depan, kami berharap semakin banyak wilayah tetangga seperti Kecamatan Glagah dan Licin yang bergabung, sehingga kapasitas produksi dapat dimaksimalkan," jelas Bibit.

Bibit optimistis sirkulasi ekonomi dari produksi RDF Biomassa ini akan membuka peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Desa Olehsari.