jatimnow.com – Kabar gembira bagi para pelanggan setia moda transportasi kereta api. Guna meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung gaya hidup ramah lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya resmi menyediakan fasilitas air minum isi ulang gratis (water station).
Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 20 unit water station telah beroperasi dan tersebar di enam stasiun utama wilayah kerja KAI Daop 8. Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat mengisi ulang tumbler atau botol minum pribadi secara cuma-cuma sebelum maupun sesudah perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas ini adalah bentuk komitmen nyata perusahaan dalam menekan timbulan sampah botol plastik sekali pakai di area transportasi publik.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk memulai kebiasaan sederhana, yakni membawa tumbler saat bepergian. Jika dilakukan bersama-sama, langkah kecil ini memberikan dampak yang sangat besar dalam mengurangi timbulan botol plastik," kata Mahendro di Surabaya, Jumat (31/7/2026).
Berdasarkan kalkulasi KAI Daop 8, jumlah penumpang sepanjang Semester I 2026 mencapai 6.419.803 orang. Apabila 10 persen saja dari total pelanggan tersebut memanfaatkan water station sebanyak satu kali (dengan asumsi menggantikan botol kemasan 600 ml), maka KAI berpotensi mencegah peredaran 640 ribu botol plastik sekali pakai dan menghemat 384 ribu liter air dalam kurun waktu enam bulan.
Baca juga:
Tanpa Tunjukkan KTP dan Tiket, Pengguna Face Recognition di Stasiun Surabaya-Malang Melonjak
Sebanyak 20 unit water station tersebut sengaja ditempatkan pada titik-titik strategis dengan mobilitas penumpang tinggi agar mudah dijangkau. Adapun, rincian sebaran lokasinya adalah Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 6 unit, Stasiun Malang 6 unit, Stasiun Surabaya Pasarturi 5 unit, dan masing-masing satu unit di Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, dan Stasiun Lamongan.
Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kebersihan dan kelayakan konsumsi air yang disediakan. KAI memastikan kualitas air pada mesin ini telah melewati uji ketat di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca juga:
Terekam CCTV, Kakek 77 Tahun di Malang Tewas Usai Sengaja Tiduran di Rel Kereta
Hasil pengujian membuktikan bahwa air tersebut memenuhi 20 dari 20 parameter baku mutu air minum yang berlaku di Indonesia. Standar ketat ini mencakup kebebasan dari bakteri E. coli dan coliform (parameter mikrobiologi), hingga parameter fisik seperti suhu, warna, bau, serta Total Dissolved Solids (TDS).
"Untuk menjaga kualitas dan higienitas air, pengujian serta perawatan fasilitas dilakukan secara berkala. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk memanfaatkan Water Station ini secara bijak, menjaga kebersihan area, dan bersama-sama membangun budaya perjalanan yang ramah lingkungan," tutup Mahendro.