Pixel Code jatimnow.com

Hari Pramuka ke-65: Kwarnas dan Kwarda Jatim Ziarah Makam Bung Karno

Editor : Ni'am Kurniawan  
Kwarnas dan Kwarda Pramuka Jatim melantuntkan doa dan tabur bunga di Makam Bung Karno, Blitar (foto: Pramuka Jatim for jatimnow.com)
Kwarnas dan Kwarda Pramuka Jatim melantuntkan doa dan tabur bunga di Makam Bung Karno, Blitar (foto: Pramuka Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso, bersama Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, H. M. Arum Sabil, melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Selasa (4/8/2026).

Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus penghormatan kepada tokoh bangsa yang berperan besar dalam lahir dan berkembangnya Gerakan Pramuka Indonesia.

Budi Waseso menegaskan, Bung Karno bukan hanya Proklamator Kemerdekaan, tetapi juga pendiri Gerakan Pramuka yang meresmikan organisasi kepanduan nasional pada 14 Agustus 1961 dan menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka.

“Gerakan Pramuka tidak lahir tiba-tiba. Ia memiliki akar sejarah yang kuat dan tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa. Karena itu, generasi Pramuka wajib mengenang jasa para pendahulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian ziarah akan dilanjutkan ke makam Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, serta ke makam Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto yang berjasa menyediakan kawasan Bumi Perkemahan Cibubur sebagai pusat kegiatan nasional.

Baca juga:
Pramuka Jatim Dapat Jalur Khusus Masuk Fakultas Kedokteran Unusa

Menurut Budi Waseso, ziarah bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan pembelajaran sejarah bagi generasi muda. 

“Pramuka adalah wadah pendidikan karakter paling lengkap. Nilai-nilai Pancasila ditanamkan sejak usia muda agar lahir generasi unggul, berintegritas, dan siap memimpin Indonesia,” tegasnya.

Baca juga:
Bawa Pesan dari Khofifah, Pramuka Jatim: Jangan Sampai Tidak Mengenal Budaya

Ditempat sama, Ketua Kwarda Jatim, Arum Sabil, menilai kunjungan ke Blitar memiliki makna strategis. Istana Gebang dan Makam Bung Karno menjadi ruang refleksi untuk memperkuat karakter generasi muda.

“Pramuka tidak boleh kehilangan akar sejarah. Di tengah derasnya arus informasi, Pramuka harus hadir menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air,” katanya.