jatimnow.com – Ancaman cuaca ekstrem di perairan Jawa Timur (Jatim) kini memasuki level yang lebih mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi (Stamar) Maritim Tanjung Perak Surabaya baru saja membunyikan alarm kewaspadaan tingkat tinggi menyusul potensi kemunculan gelombang laut raksasa di sepanjang pesisir selatan Jatim.
Berdasarkan data infografis resmi, peringatan bahaya maritim ini berlaku efektif selama empat hari ke depan, yakni terhitung mulai Senin, 10 hingga 13 Agustus 2026.
Kondisi laut yang bergejolak hebat ini dipicu dinamika angin yang persisten. Dari tinjauan kondisi sinoptik BMKG, arah angin secara dominan berhembus dari arah Timur hingga Tenggara. Kecepatan angin terpantau cukup konsisten berada di rentang 5 hingga 25 knot.
Meskipun kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan di sebagian besar wilayah, dorongan angin tersebut mampu membangkitkan energi gelombang yang sangat masif.
Baca juga:
Angin 30 Knot dan Gelombang Tinggi Intai Perairan Jatim 7-10 Agustus 2026
BMKG memprakirakan tinggi gelombang melonjak signifikan masuk ke dalam kategori "Tinggi", yakni berada di kisaran 2,5 meter hingga 4,0 meter.
Potensi gelombang ganas ini mengepung 8 titik perairan yang membentang di seluruh pesisir selatan Jawa Timur. Meliputi perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Baca juga:
Angin Beringas Berkecepatan 68 KM/Jam Kepung Perairan Jatim 3-6 Agustus 2026
Tingginya gelombang yang berpotensi menyentuh angka 4 meter membuat BMKG secara khusus memberikan peringatan keras bagi seluruh armada pelayaran, termasuk kapal penumpang (feri).
Mengingat gelombang laut diprakirakan jauh melampaui batas aman operasional (mencapai 4 meter), seluruh nelayan tradisional, operator kapal tongkang, hingga nakhoda kapal feri diimbau untuk menunda aktivitas pelayaran di kawasan selatan Jatim.