jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi meluncurkan kelanjutan program strategis Jember Cinta Kesehatan (JCK) tahap dua pada Senin (17/8/2026). Peluncuran yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, di Pondok Pesantren Nurul Islam (NURIS), Antirogo, Sumbersari ini, membawa angin segar karena manfaatnya juga dibuka bagi masyarakat dari luar daerah.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menegaskan bahwa pelayanan medis dalam program JCK dapat diakses oleh warga dari luar Kabupaten Jember, baik tingkat Jawa Timur maupun skala nasional.
"Kabar baiknya, program ini tidak terbatas hanya untuk warga Jember. Seluruh warga Indonesia yang membutuhkan penanganan medis diperkenankan mendaftar melalui saluran Wadul Gus'e atau puskesmas terdekat," ujarnya.
Pemilihan pesantren menurut Gus Fawait juga bukan tanpa alasan. Menurutnya lembaga pesantren memiliki akar sejarah yang kuat dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan. Di masa modern, peran tersebut berlanjut pada pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan moral, karakter, dan kolaborasi sosial bersama pemerintah.
"Kami sengaja mengawali kegiatan ini dari Pondok Pesantren Nuris. Kita tidak boleh melupakan sejarah bahwa kiai dan santri memiliki sumbangsih besar bagi republik ini. Hari ini sinergi itu kita wujudkan kembali dalam aksi nyata pelayanan kesehatan bagi masyarakat," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Elfiah, mengungkapkan bahwa bakti sosial skala besar ini mematok target 10 ribu penerima manfaat dari berbagai kelompok umur. Saat ini, pendataan awal telah mencakup sekitar 4 ribu sasaran.
Baca juga:
Mimpi Rp700 Ribu Buruh Pengupas Bawang di Pasar Tanjung Jember
"Saat ini pendataan sudah mencakup sekitar 4 ribu sasaran dari target 10 ribu penerima manfaat. Cakupan layanannya tidak hanya ditujukan bagi kalangan pelajar, melainkan seluruh lapisan warga dari segala rentang usia," tuturnya.
Beragam intervensi medis gratis yang dihadirkan dalam program ini. Diantaranya pelayanan pengobatan umum seperti pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk seluruh lapisan usia, tindakan bedah spesialis seperti penanganan operasi katarak dan kelainan bawaan (kongenital), serta bantuan alat medis penunjang seperti alat bantu dengar, kacamata korektif dan pembuatan protesa kaki dan tangan palsu.
Dr. Ulfa menjelaskan, langkah responsif ini dirancang untuk memotong rantai antrean panjang penanganan medis di rumah sakit umum sekaligus mempermudah akses bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Baca juga:
Dosen UNAIR Dampingi Peternak Jember Olah Limbah Kopi Jadi Pakan
"Harapan kita bersama, persoalan kesehatan di Jember dapat tertangani secara tuntas. Dengan menghadirkan pelayanan kesehatan langsung di tengah-tengah warga, masyarakat tidak perlu khawatir akan akses penanganan medis yang inklusif," pungkasnya.
Pelaksanaan program JCK tahap dua ini ditopang oleh kolaborasi lintas sektor. Selain alokasi APBD Pemkab Jember, kegiatan baksos ini mendapat dukungan penuh dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) sektor swasta serta berbagai organisasi non-pemerintah (NGO).