Pixel Code jatimnow.com

Lebih Ringan dan Efisien, Dua Mobil Listrik ITS Siap Berlaga di Jember

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Driver Nogogeni IX dan Nogogeni XI EVO bersama kedua mobil pengembangan terbaru di GRIT, Gedung Research Center ITS. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)
Driver Nogogeni IX dan Nogogeni XI EVO bersama kedua mobil pengembangan terbaru di GRIT, Gedung Research Center ITS. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim riset kendaraan hemat energi Nogogeni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meluncurkan dua mobil balap ramah lingkungan terbarunya, Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX, Rabu (3/9/2026). Inovasi ini disiapkan untuk mempertahankan gelar juara pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang akan berlangsung di Universitas Jember pada akhir September mendatang.

Pengembangan generasi terbaru Nogogeni memfokuskan perbaikan pada pangkasan bobot rangka, pemangkasan gaya gesek mekanis, serta penyempurnaan sistem propulsi. Langkah ini diambil guna meminimalkan buangan energi dan mendongkrak performa kendaraan di sirkuit.

General Manager Tim Nogogeni ITS Hafiz Diandra Pratama mengungkapkan, uji coba ekstensif di Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya menunjukkan lonjakan efisiensi bahan bakar yang signifikan dibanding edisi tahun lalu.

"Rancangan mesin baru ini membuat tingkat loss energi jauh berkurang. Kami optimistis merebut kembali posisi pertama di ajang KMHE tahun ini," kata Hafiz, Kamis (3/9/2026).

Tim membagi fokus pengembangan pada dua kategori kendaraan komersial kota (urban). Varian Nogogeni XI EVO yang mengusung daya listrik (urban electric) difokuskan pada perbaikan rasio gigi serta pengurangan beban sasis.

Baca juga:
Sapuangin ITS Pede Kalahkan Rekor Asia di Shell Eco-Marathon 2026

Sementara itu, varian Nogogeni IX berteknologi bahan bakar bioetanol (urban ethanol) menitikberatkan pada efisiensi ruang bakar dan sistem penggerak.

Selain target domestik, kedua prototipe ini diproyeksikan mewakili Indonesia di ajang balap efisiensi energi global, seperti Shell Eco-marathon (SEM).

Dukungan pengembangan turut datang dari ekosistem akademik dan kemitraan daerah. Direktur Kemahasiswaan ITS Nur Syahroni memastikan kampus memberi karpet merah bagi para periset muda, termasuk garansi jembatan karier ke industri otomotif dan energi mitra ITS.

Pemerintah Kota Surabaya juga turut menyokong uji jalan kendaraan melalui fasilitasi arena uji coba sirkuit. Inisiatif teknologi bersih ini sekaligus menjadi bagian partisipasi aktif perguruan tinggi dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada sektor energi terbarukan dan mitigasi perubahan iklim.