Pixel Code jatimnow.com

Unitomo Wisuda 1.059 Lulusan, 87 Persen Dapat Kerja Kurang dari 3 Bulan

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Wisuda Unitomo Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Surabaya, Minggu (6/9/2026). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com
Wisuda Unitomo Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Surabaya, Minggu (6/9/2026). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com

jatimnow.com - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya mewisuda 1.059 lulusan dari jenjang diploma hingga doktor. Kampus menargetkan mayoritas lulusan dapat terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari satu bulan.

Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 itu berlangsung di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (6/9/2026), dipimpin Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah.

Dari data Pusat Karier dan Tracer Study (PKTS) Unitomo, sekitar 87 persen lulusan selama ini memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah lulus.

Prof Iyat mengatakan kampus ingin memperpendek masa tunggu lulusan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memperkuat kompetensi mahasiswa melalui sertifikasi profesi serta menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan isu strategis nasional.

"Target kami, mayoritas lulusan Unitomo harus terserap kerja dalam waktu kurang dari satu bulan. Ini adalah komitmen institusi kami," katanya.

Upaya itu mulai terlihat dari proses rekrutmen yang berjalan beriringan dengan momentum wisuda. Sekitar 250 calon wisudawan saat ini tengah mengikuti proses rekrutmen di dua perusahaan mitra Unitomo.

Rektor perempuan pertama di Unitomo itu menyampaikan apresiasi kepada Ir. Ramu Surachman, Direktur Utama PT BAP, dan Gunawan, pemilik PT Aspindo Mutual, yang turut mendukung proses tersebut.

Unitomo juga menyelaraskan pengembangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan strategis, antara lain ketahanan pangan dan transformasi ekonomi. Langkah itu ditempuh untuk menjaga relevansi pendidikan tinggi di tengah perubahan kebutuhan industri.

Untuk itu Prof Iyat meminta para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi baru menjadi sebagian dari bekal untuk menghadapi kehidupan profesional dan masyarakat.

"Ilmu di kampus hanyalah sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan untuk eksis di masyarakat. Teruslah belajar selama hayat dikandung badan," tuturnya

Ia mendorong lulusan sarjana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, sementara lulusan magister dapat meneruskan ke program doktor. Unitomo, kata dia, telah menyediakan jalur pendidikan lanjutan sehingga lulusan tidak harus mencari kampus jauh dari Surabaya.

Pesan itu semakin relevan karena para lulusan berada di tengah momentum bonus demografi Indonesia. Siti mengutip data BPS 2025 yang mencatat penduduk usia produktif Indonesia mencapai sekitar 199 juta jiwa.

Menurut dia, besarnya populasi usia produktif bisa menjadi kekuatan ekonomi, tetapi juga berpotensi menjadi persoalan apabila tidak diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberanian menciptakan peluang.

"Jika bonus demografi adalah peluang bangsa, maka Unitomo adalah salah satu ibu yang melahirkan masa depan itu. Bangsa ini membutuhkan orang yang pintar menggunakan peluang dan berani mengambil risiko," tegasnya.

Sementara Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dyah Sawitri,  turut mengingatkan lulusan agar tidak membatasi orientasi karier sebagai pencari kerja.

Ia mendorong lulusan Unitomo memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Baca juga:
Gandeng Telkom University, Unitomo Garap Peta Digital Carangwulung Jombang

"Jangan batasi diri hanya mencari kerja. Saya berharap lulusan ini mampu mencetak lapangan kerja baru, apalagi sekarang didukung kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat," kata Dyah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI Prof. Badri Munir Sukoco, juga menekankan pentingnya perguruan tinggi menjaga mutu di tengah persaingan global.

Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah besar. Institusi pendidikan tinggi juga dituntut terus berinovasi agar lulusan memiliki daya saing dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan.

"Perguruan tinggi harus terus berinovasi dalam memperkuat kelembagaan agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi," jelas Badri.

Ia mengapresiasi konsistensi Unitomo dalam menjaga mutu pendidikan dan menyiapkan lulusan menghadapi perubahan akibat transformasi digital.

Sebanyak 1.059 lulusan yang diwisuda berasal dari delapan fakultas di Unitomo.

Fakultas Hukum menjadi penyumbang lulusan terbanyak, yakni 303 orang, terdiri atas 201 lulusan S1 Ilmu Hukum dan 102 lulusan S2 Magister Ilmu Hukum.

Berikutnya, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra mewisuda 141 lulusan. Jumlah itu terdiri atas 9 lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8 Pendidikan Matematika, 6 Sastra Inggris, 13 Sastra Jepang, 10 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, serta 95 Magister Teknologi Pendidikan.

Baca juga:
Modal Awal Paylater, Lulusan Akuntansi Unitomo Kini Punya Store dan 4 Karyawan

Fakultas Ilmu Administrasi mewisuda 163 lulusan, yang terdiri atas 19 S1 Administrasi Bisnis, 69 S1 Administrasi Publik, dan 75 S2 Magister Ilmu Administrasi.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis meluluskan 205 orang, terdiri atas 14 S1 Ekonomi Pembangunan, 86 S1 Manajemen, 42 S1 Akuntansi, 50 S2 Magister Manajemen, dan 13 S3 Doktor Manajemen.

Sementara itu, Fakultas Teknologi Pangan dan Perikanan meluluskan 73 orang, Fakultas Teknik 67 orang, Fakultas Ilmu Komunikasi 68 orang, serta Fakultas Ilmu Kesehatan 39 orang.

Wisuda juga diikuti sejumlah tokoh dari berbagai profesi. Di antaranya anggota Komisi II DPR RI Dr. Eric Hermawan, pimpinan dan anggota DPRD Kaimana, perwira TNI dan Polri, tenaga ahli DPR RI, birokrat, serta kalangan profesional.

Menariknya, salah satu lulusan merupakan Guru Besar Bahasa Indonesia yang menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Unitomo.

Saat ini Unitomo memiliki sekitar 7.000 mahasiswa aktif. Di tengah tren penurunan penerimaan mahasiswa secara nasional, kampus menyebut jumlah mahasiswa Unitomo masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Bagi Unitomo, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk memastikan pertumbuhan jumlah mahasiswa berjalan seiring dengan kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.