Pixel Code jatimnow.com

Plesir ke Sego Sambel Mak Yeye Surabaya, Bertahan Tanpa Cabang Sejak 1980

Editor : Ni'am Kurniawan  
Antrean panjang Sego Sambel Mak Yeye di Wonokromo Surabaya (foto: Nur Ifansyah/jatimnow.com)
Antrean panjang Sego Sambel Mak Yeye di Wonokromo Surabaya (foto: Nur Ifansyah/jatimnow.com)

jatimnow.com – Malam di Surabaya selalu punya daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner. Di antara gemerlap kota, ada satu warung sederhana yang tetap menjadi legenda. Ya, Sego Sambel Mak Yeye di kawasan Wonokromo.

Sejak berdiri pada 1980-an, warung ini konsisten menyajikan menu sederhana yang justru menjadi kekuatan utamanya. Nasi hangat, lauk pilihan, dan sambal khas menjadi kombinasi yang tak pernah sepi.

Setiap malam, antrean panjang terlihat di depan warung. Pengunjung rela menunggu demi sepiring nasi sambel yang terkenal dengan rasa pedas asin maupun pedas manis.

Warung ini menyajikan lauk yang sederhana. Pilihan lauknya tidak rumit, tapi justru itu yang membuatnya istimewa. Ada telur, tempe, ikan pe, hingga lele. Semua disajikan hangat, berpadu dengan nasi putih pulen.

Salah satu karyawan, Bela mengatakan, sambal di warung ini punya dua karakter utama, pedas asin dan pedas manis. 

"Rasa pedas yang khas, pengunjung tetap bisa memilih sesuai selera,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Di warung ini, sambal bukan sekadar pelengkap, melainkan bintang utama. Sensasi asin pedas menjadi ciri khas kuliner malam ini. Banyak pelanggan datang khusus untuk merasakan sambal yang membakar lidah namun tetap bikin ketagihan.

Bertahan Tanpa Cabang

Seporsi sederhana Sego Sambel Mak Yeye, pelanggan bisa pesan tingkat kepedasan sambal (foto: Nur Ifansyah/jatimnow.com)Seporsi sederhana Sego Sambel Mak Yeye, pelanggan bisa pesan tingkat kepedasan sambal (foto: Nur Ifansyah/jatimnow.com)

Baca juga:
Nikmat Pedasnya Sego Sambel Ikan Asap Lamongan, Bikin Ketagihan

Meski populer, warung ini memilih tetap sederhana. Alias, tak membuka cabang. Sebab, bagi banyak orang, menyantap nasi sambel di sini adalah ritual malam yang tak tergantikan. Perpaduan nasi hangat, lauk sederhana, dan sambal asin pedas menjadi simbol nostalgia Surabaya.

Keberadaan warung ini menjadi magnet bagi pencinta kuliner lokal maupun wisatawan. Mereka datang untuk merasakan cita rasa rumahan yang autentik.

"Kami tetap di sini dan tidak membuka cabang,” kata Bela. 

Keputusan itu memperkuat identitas Mak Yeye sebagai kuliner otentik Surabaya. Selama lebih dari empat dekade, cita rasa sambal dan lauk tetap dipertahankan. Konsistensi ini menjadi alasan pelanggan setia terus kembali. 

Selain rasa, harga yang bersahaja juga menjadi daya tarik lebih. Sego Sambel Mak Yeye menawarkan pengalaman kuliner malam tanpa harus merogoh kocek dalam.

Baca juga:
Pilihan Pembaca: Video Kucing Viral hingga Menikmati Nasi Sambal Tempong

Meski banyak tempat makan baru bermunculan, Sego Sambel Mak Yeye tetap bertahan dengan konsep sederhana. Justru kesederhanaan itu yang membuatnya berbeda. 

Ikon Kuliner Malam Sego Sambel Mak Yeye kini bukan sekadar warung, melainkan ikon kuliner malam Surabaya. Asin pedasnya menjadi cerita yang terus hidup di lidah para pelanggan.

 

Reporter: Nur Ifansyah