jatimnow.com - Pergerakan harga emas batangan bersertifikat Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk mencatatkan rapor merah sepanjang pekan kedua September 2026. Berdasarkan data resmi dari Butik Antam, harga emas ukuran dasar 1 gram ditutup di level Rp2.604.000 per gram pada Minggu (13/9/2026).
Jika dihitung dari awal pekan, harga komoditas aman (safe haven) ini telah anjlok Rp36.000 per gram dari posisi Senin (7/9/2026) yang sempat bertengger di angka Rp2.637.000 per gram.
Sempat Jatuh ke Level Terendah
Pelemahan harga emas Antam terjadi secara berturut-turut sejak awal pekan akibat tertekan sentimen pasar global. Penurunan terdalam terjadi pada hari Jumat (11/9/2026), di mana harga emas merosot tajam Rp25.000 dalam sehari dan menyentuh level terendahnya pekan ini di angka Rp2.600.000 per gram.
Emas Antam baru menunjukkan tanda-tanda rebound tipis pada hari Sabtu (12/9/2026) dengan kenaikan Rp4.000, sebelum akhirnya bergerak stagnan hingga melintasi akhir pekan di hari Minggu.
Berikut rincian pergerakan harga emas Antam sepanjang pekan ini:
Senin (7/9): Rp2.637.000 per gram (Turun Rp33.000)
Selasa (8/9): Rp2.627.000 per gram (Turun Rp10.000)
Rabu (9/9): Rp2.610.000 per gram (Turun Rp17.000)
Baca juga:
Harga Emas Hari Ini Turun, Simak Update Terbarunya
Kamis (10/9): Rp2.625.000 per gram (Naik Rp15.000)
Jumat (11/9): Rp2.600.000 per gram (Turun Rp25.000)
Sabtu (12/9): Rp2.604.000 per gram (Naik Rp4.000)
Minggu (13/9): Rp2.604.000 per gram (Stagnan)
Baca juga:
Awal Pekan Harga Emas Turun, Simak Updatenya
Dipicu Sentimen Inflasi Global
Kejatuhan harga emas domestik ini sejalan dengan terkoreksinya harga emas spot dunia yang melemah berkisar 1% hingga 1,82% dalam sepekan. Tekanan utama datang dari rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat yang di luar dugaan tetap kuat. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve) akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga acuannya.
Harga Buyback Ikut Merosot
Seiring dengan penurunan harga beli, harga acuan pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga tertahan di level Rp2.454.000 per gram pada akhir pekan ini.
Dengan demikian, terdapat selisih harga (spread) sebesar Rp150.000 per gram antara harga beli retail dan harga buyback. Para investor disarankan untuk memperhitungkan biaya pajak PPh 22 sebesar 0,25% bagi pemegang NPWP dan 0,5% bagi non-NPWP dalam setiap transaksi fisik di butik resmi.