jatimnow.com - Menguji sebuah mobil keluarga tidak cukup hanya dilakukan dengan berkendara di jalan perkotaan. Kenyamanan, performa, hingga kemampuan kendaraan menghadapi berbagai karakter jalan menjadi hal penting, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan bersama orang-orang terdekat.
Hal tersebut coba dibuktikan influencer otomotif dan petualangan asal Surabaya, Fikri Firmansyah, saat menjajal langsung BYD M6 DM dalam perjalanan dari Surabaya menuju Pasuruan.
Perjalanan dimulai dari Diler BYD Kenjeran Surabaya. Dari diler, Fikri bersama rekan-rekannya terlebih dahulu mengajak BYD M6 DM berkeliling menikmati sejumlah kawasan di Kota Surabaya.
Salah satu destinasi yang disambangi adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS). Perjalanan di dalam kota menjadi tahap awal untuk merasakan karakter BYD M6 DM sebagai kendaraan keluarga.
Setelah puas menjelajah Kota Surabaya, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pasuruan.
Memasuki perjalanan luar kota, karakter jalan yang dilalui mulai semakin beragam. BYD M6 DM tidak hanya melaju di jalan perkotaan, tetapi juga diajak menempuh perjalanan dengan kondisi jalan yang membutuhkan kemampuan kendaraan lebih optimal.
Pria yang akrab juga disapa Gus Fikri itu kemudian membawa mobil tersebut menuju Alun-Alun Bangil, Pasuruan.
Perjalanan semakin menarik karena agenda tidak berhenti di tempat wisata maupun pusat kota. Fikri dan rombongan juga memiliki misi sederhana namun menggugah selera, yakni berburu kuliner khas Pasuruan.
Pilihan akhirnya jatuh pada Nasi Punel, salah satu kuliner khas yang identik dengan Kabupaten Pasuruan.
Untuk mendapatkan kuliner tersebut, perjalanan tidak selalu melewati jalan yang datar. BYD M6 DM harus menghadapi sejumlah tanjakan dalam perjalanan mencari lokasi kuliner.
Di sinilah Fikri merasakan langsung bagaimana mobil keluarga tersebut menghadapi kondisi jalan yang lebih menantang.
“Perjalanan kali ini memang sengaja dibuat seperti perjalanan keluarga. Kami tidak hanya jalan di dalam kota, tetapi juga menuju Pasuruan dan mencari kuliner khas Nasi Punel. Saat mencari tempat makan, kami juga melewati beberapa tanjakan. Di situ terasa bagaimana kemampuan mobil ini ketika menghadapi kondisi jalan yang berbeda,” ujar Fikri.
Baca juga:
Pasar Mobil Listrik Jatim Melesat, BYD Boyong Teknologi DM ke Surabaya
Menurut Fikri, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa mobil keluarga tidak hanya harus menawarkan kabin yang nyaman dan lega, tetapi juga memiliki kemampuan untuk diajak melakukan perjalanan dengan berbagai kondisi jalan.
Terlebih bagi keluarga yang gemar melakukan perjalanan luar kota, kemampuan kendaraan ketika melewati tanjakan menjadi salah satu faktor yang cukup penting.
Selain performa, kenyamanan selama perjalanan juga menjadi perhatian Fikri. Perjalanan dari Surabaya menuju Pasuruan membuat BYD M6 DM digunakan dalam durasi yang cukup panjang, sehingga kenyamanan kabin menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.
“Yang saya suka, perjalanan ini tidak terasa seperti sekadar menguji mobil. Kami benar-benar menggunakannya untuk jalan-jalan, kulineran dan menikmati perjalanan bersama. Jadi terasa bagaimana mobil ini kalau memang dipakai sebagai kendaraan keluarga,” ungkapnya.
BYD M6 DM sendiri mengusung teknologi Dual Mode (DM-i) yang memadukan mesin bensin 1.5 liter dengan sistem elektrifikasi.
Teknologi tersebut memberikan fleksibilitas dalam berkendara, terutama ketika kendaraan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas di dalam kota hingga perjalanan luar kota.
Baca juga:
Lebih Irit 65 Km Per Liter, Begini Ketangguhan Mobil Listrik BYD M6 DM
Bagi Fikri, pengalaman menjajal BYD M6 DM dari Surabaya hingga Pasuruan memberikan kesan tersendiri.
Mobil tidak hanya diuji dari sisi kenyamanan, tetapi juga diajak menjalani aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengunjungi destinasi wisata, perjalanan antarkota, hingga berburu makanan khas daerah.
“Buat saya, mobil keluarga yang ideal itu ketika bisa nyaman untuk jalan-jalan di dalam kota, tetapi ketika diajak keluar kota juga tetap siap. Apalagi kalau harus melewati tanjakan atau mencari lokasi kuliner yang jalannya tidak selalu datar,” jelasnya.
Perjalanan tersebut akhirnya ditutup dengan menikmati kuliner khas Pasuruan setelah melewati rangkaian perjalanan yang cukup panjang.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan kesan Fikri bahwa BYD M6 DM mampu menjadi teman perjalanan keluarga, bukan hanya untuk aktivitas sehari-hari tetapi juga untuk menjelajah berbagai destinasi dan kuliner di Jawa Timur.
“Kesimpulannya, BYD M6 DM ini benar-benar jadi teman ternyaman kami selama perjalanan. Dari Surabaya, keliling kota, ke KBS, lanjut Pasuruan, ke Alun-Alun Bangil sampai berburu Nasi Punel. Mobil ini nyaman, dan ketika diajak melewati tanjakan pun tetap memberikan rasa percaya diri,” pungkas Fikri