Pixel Code jatimnow.com

Lebih Irit 65 Km Per Liter, Begini Ketangguhan Mobil Listrik BYD M6 DM

Editor : Ali Masduki  
Kawasan Prigen, Pasuruan, menjadi laboratorium alami untuk menguji mobil hybrid BYD. (Foto: Deni for jatimnow.com)
Kawasan Prigen, Pasuruan, menjadi laboratorium alami untuk menguji mobil hybrid BYD. (Foto: Deni for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasar kendaraan ramah lingkungan di Jawa Timur semakin memanas. PT BYD Motor Indonesia memboyong MPV andalan mereka dalam ajang BYD Media Challenge di Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Langkah strategis tersebut bertujuan membuktikan ketangguhan teknologi Dual Mode BYD yang diklaim mampu memangkas konsumsi bahan bakar secara signifikan saat melintasi rute antarkota.

Surabaya sengaja dibidik sebagai kota keempat setelah Jakarta, Medan, dan Semarang. Karakter jalanan ibu kota Jawa Timur yang padat, berpadu dengan jalur menanjak menuju kawasan Prigen, Pasuruan, menjadi laboratorium alami untuk menguji mobil hybrid BYD tersebut.

Total jarak sekitar 150 kilometer harus ditaklukkan oleh para penguji untuk melihat langsung efisiensi nyata dari MPV ramah lingkungan milik pabrikan asal China tersebut.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan menyatakan bahwa Surabaya memegang peran krusial dalam peta bisnis mereka.

Karakter mobilitas masyarakat urban yang terhubung erat dengan kawasan industri dan destinasi wisata menjadikan wilayah tersebut pasar potensial yang sangat dinamis.

"Jawa Timur masuk dalam jajaran wilayah dengan serapan kendaraan listrik tertinggi bagi kami di Indonesia. Melalui pengujian kali ini, kami ingin memperlihatkan konsistensi performa, kenyamanan, serta efisiensi teknologi plug-in hybrid pada berbagai kontur jalanan," tutur Luther saat melepas rombongan uji kendara.

Baca juga:
BYD ATTO 1, City Car Listrik Ramah Lingkungan Hadir di GIIAS Surabaya

Dominasi merek raksasa global tersebut memang bukan isapan jempol. Hingga pertengahan tahun ini, populasi mobil listrik BYD yang mengaspal di jalanan Jawa Timur sudah menembus angka 4.400 unit.

Angka tersebut sekaligus mengukuhkan posisi mereka dengan penguasaan lebih dari 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.

Daya tarik utama dari BYD M6 DM terletak pada sistem penggerak berbasis electric-first. Melalui konsep tersebut, motor listrik bertindak sebagai jantung penggerak utama, sementara mesin bensin hanya akan aktif secara otomatis pada momen-momen tertentu untuk menjaga pasokan daya tetap optimal. Konfigurasi cerdas ini melahirkan filosofi G.A.S.S., sebuah akronim dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.

Simulasi internal perusahaan menunjukkan angka yang cukup mencengangkan bagi sebuah mobil keluarga.

Baca juga:
BYD DENZA Dominasi Pasar EV, Hadir di GIIAS Surabaya dengan Mobil Listrik Mewah

Jika kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh sejak awal keberangkatan, potensi efisiensi konsumsi bahan bakarnya bisa menyentuh angka 65 kilometer per liter.

Keuntungan bagi konsumen tidak berhenti pada urusan isi bensin semata. Skema operasional jangka panjang menunjukkan bahwa biaya perawatan berkala untuk sistem Dual Mode ini berada di angka 30 persen lebih rendah ketimbang mobil konvensional sekelasnya.

Hitungan tersebut didasarkan pada proyeksi pemakaian normal selama tiga tahun kepemilikan.

Melalui rangkaian uji coba langsung di lapangan, raksasa otomotif global tersebut berharap masyarakat kian yakin untuk beralih ke moda transportasi rendah emisi demi menekan polusi udara di kota-kota besar.