Pixel Code jatimnow.com

HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia. (Foto: HSBC for jatimnow.com)
Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia. (Foto: HSBC for jatimnow.com)

jatimnow.com - HSBC Indonesia menghadirkan pilihan baru bagi nasabah yang ingin berinvestasi di sektor emas. Bank tersebut meluncurkan Batavia Gold Sharia Equity USD, reksa dana saham berbasis syariah yang dikelola PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM).

Produk tersebut memberikan akses kepada nasabah HSBC Indonesia terhadap saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia di pasar global.

Portofolionya juga fleksibel karena dapat berinvestasi pada perusahaan dengan berbagai ukuran kapitalisasi pasar.

Peluncuran produk dilakukan saat emas semakin banyak dilirik investor sebagai bagian dari diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Dalam riset HSBC Invest with Experts: Our Outlook for Gold Remains Positive Amid Ongoing Geopolitical Conflict, FX and Commodities Strategist HSBC Private Bank and Premier Wealth Rodolphe Bohn menyebut prospek emas untuk jangka menengah hingga panjang masih positif.

Harga emas memang sempat bergejolak. Komoditas tersebut mencapai rekor USD5.415 per ons pada Januari 2026 sebelum terkoreksi sekitar 20 persen.

Namun, HSBC menilai volatilitas jangka pendek akibat konflik geopolitik belum mengubah prospek emas dalam jangka panjang.

Minat investor terhadap emas juga terlihat dalam HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026. Survei terhadap hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global menunjukkan emas, baik fisik maupun digital, menjadi salah satu aset yang paling banyak dimiliki.

Kepemilikan emas di kalangan Gen Z bahkan mencapai 41 persen. Secara global, sembilan dari 10 investor yang disurvei menyatakan akan mempertahankan atau menambah alokasi emas mereka.

India mencatat tingkat kepemilikan emas sebesar 61 persen, sedangkan Uni Emirat Arab dan China masing-masing 49 persen.

Baca juga:
Naik Tipis, Berikut Update Harga Emas Hari Ini

International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan tren tersebut turut membuka peluang investasi pada perusahaan pertambangan emas.

“Kami melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas. Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi,” ujar Lanny.

Kinerja saham perusahaan tambang emas secara historis dapat ikut terdorong ketika harga emas meningkat.

Sebab, pendapatan dan margin perusahaan pertambangan umumnya sensitif terhadap pergerakan harga komoditas tersebut.

Meski demikian, harga saham tambang emas tidak selalu bergerak searah dengan harga emas. Faktor seperti biaya produksi, kondisi operasional, dan kinerja manajemen juga berpengaruh terhadap performa masing-masing perusahaan.

Baca juga:
Harga Emas Hari Ini Turun 10 Ribu, Simak Updatenya

Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi mengatakan Batavia Gold Sharia Equity USD dirancang untuk memberikan akses terhadap potensi pertumbuhan industri emas global.

“Seiring meningkatnya peran emas dalam diversifikasi portofolio, Batavia Gold Sharia Equity USD hadir untuk memberikan akses terhadap potensi pertumbuhan industri emas global melalui investasi yang berfokus pada saham perusahaan pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang,” kata Lilis.

Reksa dana tersebut tersedia bagi nasabah HSBC Indonesia dengan minimum pembelian awal USD10.000.

Nasabah dapat mengaksesnya melalui aplikasi Mobile Banking HSBC Indonesia maupun kantor cabang HSBC Indonesia.

HSBC mengingatkan calon investor untuk terlebih dahulu membaca prospektus dan fund fact sheet sebelum membeli produk, termasuk memahami potensi pertumbuhan nilai investasi dan risiko berkurangnya nilai unit penyertaan.