jatimnow.com - Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Barat KH Muhammad Isma'il Ghofur bersama Rais Syuriyah PCNU Kayong Utara H Nazril Hijar melayangkan bantahan tegas terkait kabar yang mengaitkan nama mereka dalam agenda di Jakarta pada awal Agustus lalu.
Melalui pernyataan tertulis, Isma'il menegaskan tidak pernah menghadiri rangkaian agenda Halaqoh Kebangsaan maupun Silaturrahmi Alumni IKAPETE di Gedung MPR RI, serta pertemuan di Hotel Royal Kuningan pada 8 Agustus 2026. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang belakangan beredar di media massa.
Ia memastikan tak bertolak ke Ibu Kota pada tanggal tersebut, baik menggunakan penerbangan Lion Air nomor IU 691 maupun secara mandiri. Langkah klarifikasi ini diambil demi menjaga akurasi data publik dan nama baik organisasi.
Bantahan senada disampaikan Nazril Hijar. Pada hari yang sama, Nazril justru berada di Kabupaten Kayong Utara untuk mengawal agenda penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Baca juga:
PCNU Sekadau Kembalikan Uang Dugaan Risywah Muktamar ke KPK
Nazril menjelaskan bahwa kehadirannya dalam forum resmi Muktamar NU murni berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di lokasi yang telah ditetapkan panitia. Di luar jadwal resmi tersebut, ia memastikan tidak pernah melangkah ke pertemuan hotel mana pun di Jakarta.
Langkah kedua ulama ini menegaskan komitmen tinggi dalam menjaga kehormatan Nahdlatul Ulama di tengah dinamika organisasi. Menurut mereka, marwah NU harus dijaga lewat tata kelola yang transparan, bermartabat, serta patuh pada mekanisme yang berlaku.
Baca juga:
Dua PR Besar Gus Kikin Usai Muktamar, Rekonsiliasi dan Ekonomi NU
Sikap membatasi diri dari agenda di luar koridor resmi merupakan upaya nyata membentengi integritas proses pengambilan keputusan di tubuh NU.
Dengan berpegang pada nilai musyawarah dan transparansi, forum tertinggi organisasi dapat berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga Nahdliyin.