jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Timur dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat daya saing, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan pembangunan.
Dalam pidatonya, Khofifah menegaskan bahwa perjalanan 81 tahun Provinsi Jawa Timur merupakan hasil perjuangan, kerja keras, dan pengabdian lintas generasi. Karena itu, semangat para pendahulu harus dilanjutkan melalui pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Warisan perjuangan itu harus terus hidup dalam kesungguhan kita, dalam mendidik anak-anak kita, menyejahterakan keluarga, memperluas kesempatan kerja, dan menghadirkan pembangunan yang berkualitas, pemerintahan yang profesional, serta pelayanan yang semakin prima,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan Jawa Timur periode 2025–2029 dijalankan melalui program Nawa Bhakti Satya, yang menjadi arah kebijakan pembangunan di berbagai sektor.
Salah satu capaian yang disoroti Khofifah adalah penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur. Berdasarkan data Maret 2026 yang disampaikan dalam pidatonya, angka kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 0,29 persen. Khofifah berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan hingga kemiskinan ekstrem di Jawa Timur mencapai nol persen.
“Kerja keras ini mudah-mudahan terus bisa kita maksimalkan sehingga kemiskinan ekstrem bisa nol persen,” tuturnya.
Khofifah menegaskan, desa menjadi pusat penggerak pembangunan. Jawa Timur telah memiliki 4.716 desa mandiri. Penguatan badan usaha milik desa (BUM Desa) dan perluasan Desa Devisa juga terus didorong agar potensi lokal mampu menembus pasar global.
Di sektor ketenagakerjaan, Khofifah menyebut tingkat pengangguran terbuka Jawa Timur pada Mei 2026 berhasil ditekan menjadi 3,42 persen. Capaian tersebut, menurutnya, mencerminkan ketahanan ekonomi daerah sekaligus menjadi landasan untuk memperluas kesempatan kerja yang berkualitas.
Dalam bidang transportasi publik dan konektivitas wilayah, Khofifah menyoroti perkembangan layanan Trans Jatim yang telah beroperasi di delapan koridor. Tujuh koridor melayani kawasan Gerbangkertosusila, sedangkan satu koridor melayani wilayah Malang Raya. Dalam pidatonya, Khofifah juga menyampaikan rencana penambahan satu koridor Trans Jatim di Malang Raya pada 30 Oktober 2026.
Selain transportasi publik, Pemprov Jatim terus mendorong pembangunan jembatan dan peningkatan jalan yang menghubungkan desa dengan kota maupun antarkabupaten.
Khofifah menilai, pembangunan infrastruktur tidak sekadar menghadirkan akses fisik, tetapi juga mendekatkan masyarakat pada kesejahteraan.
“Akses yang membaik berarti hasil bumi petani kita laku terjual, anak-anak kita melangkah ke sekolah dengan senyum yang lebih cerah, dan pelayanan kesehatan dapat dijangkau dalam hitungan menit untuk menyelamatkan nyawa,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi yang, menurut pidatonya, telah hadir di 29 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama dalam pembangunan Jawa Timur. Melalui pilar Jatim Agro, pemerintah provinsi berupaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.
Baca juga:
Warga Lamongan Antusias Menikmati Layanan Gratis Trans Jatim Hari Ini
Khofifah menyampaikan bahwa produksi padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai capaian tertinggi dibandingkan periode 2020–2024. Ia juga menyoroti kontribusi komoditas jagung, tebu, daging, susu, telur, dan sektor perikanan yang disebutnya menempati peringkat pertama secara nasional.
“Jawa Timur adalah tulang punggung sejati dari pangan Indonesia,” tegasnya.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Pemprov Jatim mendorong pengembangan korporasi pertanian agar kegiatan usaha petani, peternak, dan nelayan semakin terintegrasi, produktif, serta memiliki nilai tambah. Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku sektor pangan yang dinilai berperan penting dalam menjaga ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional.
Pada sektor pendidikan, Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim menyiapkan Jatim World Class Education. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga penguatan karakter kebangsaan dan pengembangan potensi generasi muda.
Ia turut menyoroti keberadaan enam SMA Taruna di Jawa Timur serta pembinaan karakter yang dilakukan melalui pendidikan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan. Menurut Khofifah, setiap anak di Jawa Timur harus memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.
Mantan Menteri Sosial ini berharap pendidikan mampu melahirkan guru yang mencerahkan, tenaga kesehatan yang tangguh, peneliti inovatif, pengusaha pencipta lapangan kerja, seniman, serta pemimpin masa depan yang berkontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia.
Untuk bidang kesehatan, Khofifah mengungkapkan bahwa cakupan warga Jawa Timur yang terlindungi jaminan kesehatan telah mencapai 96,12 persen hingga September 2026. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya menghadirkan perlindungan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat.
Baca juga:
Kuliner Gratis Warnai Perayaan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gedung Grahadi
Khofifah juga menyinggung pengakuan internasional yang diterima RSUD Dr. Soetomo terkait standar pelayanan. Ia berharap kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur terus ditingkatkan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik.
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemprov Jatim memperkuat birokrasi yang bersih, efektif, transparan, dan partisipatif melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang disampaikan Khofifah adalah pengembangan ekosistem Majapahit Digital atau Majadigi, yang disebut telah mengintegrasikan 241 layanan. Transformasi tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi birokrasi sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan.
Sementara itu, melalui pilar Jatim Harmoni, pemerintah provinsi berupaya menjaga kerukunan dan kehidupan masyarakat yang inklusif di tengah keberagaman budaya, bahasa, tradisi, serta kehidupan beragama. Khofifah juga mengapresiasi atlet dan generasi muda Jawa Timur yang telah berkontribusi dalam berbagai ajang olahraga dan kegiatan internasional.Menurutnya, keberagaman, kerukunan, dan prestasi merupakan bagian dari karakter masyarakat Jawa Timur yang harus terus dirawat.
Menutup rangkaian arah pembangunan, Khofifah menekankan pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui pilar Jatim Lestari. Ia menegaskan, pembangunan ekonomi tidak seharusnya dipertentangkan dengan upaya pelestarian alam. Keduanya harus berjalan beriringan demi menjaga kesejahteraan masyarakat saat ini sekaligus melindungi kepentingan generasi mendatang.
“Pilihan kita bukan membangun atau menjaga alam, melainkan membangun sembari merawat alam. Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” ungkapnya.
Melalui momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan semangat persaudaraan dan gotong royong dalam mewujudkan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan.
Ia berharap pembangunan yang dijalankan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan pemerataan kesejahteraan, pelayanan publik yang berkualitas, serta kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
URL : https://jatimnow.com/baca-88230-hari-jadi-ke81-provinsi-jawa-timur-khofifah-pamer-sejumlah-capaian