jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong pembangunan inklusif melalui penerapan strategi pengarusutamaan gender (PUG). Upaya tersebut tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang mencapai 90,28 pada 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai IPG Kabupaten Lamongan meningkat dari 88,99 pada 2021 menjadi 90,28 pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan semakin kecilnya kesenjangan capaian pembangunan antara perempuan dan laki-laki.
Pengarusutamaan gender diterapkan melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi kebijakan dan program di berbagai bidang. Pendekatan ini bertujuan memastikan pembangunan dapat memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pembangunan inklusif harus memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan maupun laki-laki untuk berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan.
Baca juga:
Lamongan Kirim 180 Atlet Tanding di Popda Jatim
“Menurut kami pembangunan inklusif adalah perempuan dan laki-laki yang memperoleh kesempatan setara untuk berpartisipasi, berkembang, mendapatkan perlindungan, dan juga menikmati manfaat pembangunan. Komitmen ini yang terus kami upayakan di Lamongan,” ucap Bupati, Senin (2/11/2026).
Bupati yang akrab disapa Yes itu menyebut komitmen terhadap pengarusutamaan gender juga diwujudkan melalui penambahan alokasi anggaran responsif gender pada 2026. Selain itu, terdapat 460 kegiatan tahunan yang mendukung upaya tersebut.
Baca juga:
Pemkab Lamongan Kebut Pembersihan Saluran Air, Progres Wilayah Kota Baru 40 Persen
Sejalan dengan peningkatan IPG, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kabupaten Lamongan juga menunjukkan perbaikan. Nilainya turun dari 0,423 pada 2021 menjadi 0,219 pada 2025.
Penurunan IKG tersebut menunjukkan semakin kecilnya ketimpangan gender dalam pencapaian pembangunan di Kabupaten Lamongan.
URL : https://jatimnow.com/baca-88806-lamongan-catat-peningkatan-ipg-ketimpangan-gender-terus-menurun