Pixel Code jatimnow.com

Inflasi Kota Kediri Oktober Terendah se-Jatim, Pemkot Waspada Harga Naik Jelang Akhir Tahun

Editor : Yanuar D  
Petugas memantau harga di pasar tradisional Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Petugas memantau harga di pasar tradisional Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Inflasi Kota Kediri pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,01 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Angka tersebut menjadi yang terendah di Jawa Timur sekaligus berada jauh di bawah inflasi nasional yang mencapai 0,22 persen.

Capaian tersebut berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. Hasil pemantauan itu disampaikan dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kota Kediri secara daring, Senin (2/11).

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menjelaskan sejumlah komoditas memberikan andil terhadap inflasi pada Oktober 2026. Di antaranya cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen, cabai rawit 0,03 persen, serta tomat, angkutan udara, dan sawi hijau masing-masing 0,02 persen.

Sementara itu, sepeda motor, bawang merah, dan daging sapi masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas turut menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi. Daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil deflasi terbesar, yakni 0,11 persen. Disusul telur ayam ras dan semangka masing-masing 0,02 persen, serta emas perhiasan, beras, bayam, bawang putih, dan melon masing-masing 0,01 persen.

Meski inflasi masih terkendali, Emil mengingatkan adanya sejumlah faktor yang perlu diwaspadai pada bulan berikutnya karena berpotensi memicu kenaikan harga komoditas.

Salah satunya terkait ketersediaan stok dan kelancaran distribusi beras, daging ayam ras, telur ayam ras, serta komoditas pangan lainnya seiring meningkatnya permintaan konsumen.

“Kami mengimbau agar TPID perlu memperhatikan ketersediaan stok dan distribusi terutama komoditas bahan pangan. Karena berdasarkan keterangan BMKG, El Nino sangat kuat dan diprediksi berlangsung hingga awal 2027, hal itu berpotensi mengakibatkan tertundanya awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” ucapnya.

Baca juga:
Lamongan Inisiasi Gerakan Tanam Cabai dan Tomat untuk Kendalikan Inflasi

Selain faktor cuaca, peningkatan mobilitas masyarakat pada akhir tahun juga perlu diantisipasi. Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada kenaikan tarif sejumlah moda transportasi, seperti kereta api, angkutan udara, dan angkutan antarkota.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri, Noviana Rachmawati, memaparkan empat langkah konkret yang telah dilaksanakan sepanjang Oktober 2026.

Pertama, pemantauan harga kebutuhan pokok setiap hari sebagai langkah mitigasi dini. Melalui upaya ini, intervensi dapat segera dilakukan apabila terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).

Kedua, penguatan data neraca pangan melalui rapat koordinasi teknis untuk meningkatkan validitas data. Informasi tersebut menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan guna memastikan ketersediaan pasokan pangan.

Baca juga:
Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Ketiga, optimalisasi Portal Siaga Inflasi Aman Terkendali (SIASAT). TPID secara berkala memperbarui data harga komoditas melalui laman resmi https://siasat.kedirikota.go.id. Portal tersebut menyediakan informasi terkini kepada masyarakat mengenai perkembangan harga dan program pengendalian inflasi yang berjalan.

Keempat, menjaga ekspektasi masyarakat melalui komunikasi publik yang efektif. Salah satunya dengan mengampanyekan gerakan Stop Panic Buying serta mengajak masyarakat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan melalui media sosial.

Melalui sinergi dan berbagai langkah strategis tersebut, TPID Kota Kediri berharap masyarakat turut aktif memantau perkembangan harga dan menjaga stabilitas komoditas. Dengan demikian, potensi gejolak harga dapat diantisipasi sehingga inflasi daerah tetap terkendali.