BEM Untag Borong Dagangan UMKM dan Bagikan ke Masyarakat Sekitar Kampus

Kamis, 15 Jul 2021 17:12 WIB
Reporter :
Farizal Tito

jatimnow.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (BEM Untag) Surabaya menginisiasi program borong dagangan UMKM sekitar kampus dan dibagikan ke masyarakat yang sedang mengais rezeki di jalan.

Aksi yang berlangsung sejak Rabu (14/7) dan direncanakan hingga akhir Juli itu bertemakan ‘Dari Untag untuk Rakyat’.

Presiden BEM Untag Surabaya, Mahmud mengatakan aksi sosial itu berbekal niat membantu warga yang terdampak pandemi sehingga dilakukan open donasi dari masyarakat umum, lalu hasilnya untuk membeli dagangan UMKM sekitar kampus dan dibagikan ke masyarakat umum.

Baca juga: Selamat! Untag Surabaya Raih Akreditasi Unggul jadi Kado Awal Tahun

"Di masa PPKM Darurat ini banyak UMKM, khususnya gerobak penjual makanan yang harus tutup pukul 20.00 Wib dan penghasilan menurun. Kami tergerak untuk bantu mereka," kata Mahmud, Kamis (15/7/2021).

Program yang diselenggarakan atas kerjasama dengan 21 organisasi kemahasiswaan di lingkungan Untag Surabaya.

Mahmud mengaku inisiasi giat sosial ini terbentuk mulai dari tanggal 8 Juli 2021 melalui group chat internal dan berkoordinasi melalui platform virtual setalah itu sebar pamflet.

"Tanggal 8 Juli, kami chat di grup lalu rapat di virtual dan coba konfirmasi untuk yang mau kerja sama. Setelah itu share pamflet. Baru seminggu dibuka, donasi sudah mencapai Rp 1,7 juta," urainya.

Baca juga: Untag Surabaya Raih Anugerah Instansi Inspiratif Cerdas Berkarakter

Ketua pelaksana, Kallyana Tantri Neezmadevi menuturkan sebelum menjalankan aksi ini, panitia melakukan survei untuk menentukan dagangan siapa yang mau dibeli dan diprioritaskan untuk dibeli.

\

Jadi setelah donasi tersebut terkumpul langsung dibelikan makanan UMKMyang ada di warung-warung yang ada disekitar kampus.

"Biasanya dagangan laris di malam hari, selama PPKM penghasilan mereka berkurang. Kami berupaya membantu mereka dengan memborong dagangan. Kemudian kami salurkan kepada tukang becak, tukang sampah hingga ojek online. Mereka kan bekerja di malam hari," ujar Kallyana.

Secara konsisten, seluruh panitia yang turun langsung diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, diantaranya pembatasan jumlah panitia yang turun di lapangan, memakai masker dobel dan menjaga jarak, tak lupa sebelum dan sesudah menyerahkan dagangan memakai handsanitizer dan mencuci tangan.

Baca juga: Berkat Kontribusi Dosen dan Mahasiswa, UTHM Raih World University Rankings 2022

Ia menyebutkan, program akan dilaksanakan secara berkesinambungan yakni hingga akhir Juli atau dilakukan tiga hingga empat hari sekali.

"Rencananya akan berlanjut sampai akhir Juli karena hasil donasi kemarin baru terpakai sepertiganya. Jika PPKM masih terus berlanjut, maka donasi pun akan kami buka terus agar program bisa kami lanjutkan," ungkap mahasiswa manajemen ini.

"Memang tidak secara langsung mengubah tatanan kehidupan masyarakat, tapi langkah kecil bisa menumbuhkan kepekaan mahasiswa untuk ikut berbagi dan membangun solidaritas di tengah PPKM. Memberi dampak pada masyarakat sekitar meski efek kecil, setidaknya ada kepedulian," tandasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler