Pixel Code jatimnow.com

Berkat Kontribusi Dosen dan Mahasiswa, UTHM Raih World University Rankings 2022

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Farizal Tito
Supangat (tengah) salah satu mahasiswa Strata 3 UTHM (Foto: Supangat for jatimnow.com)
Supangat (tengah) salah satu mahasiswa Strata 3 UTHM (Foto: Supangat for jatimnow.com)

Surabaya - Universiti Tun Hussein On Malaysia (UTHM) raih World University Rankings 2022. Capaian tersebut didukung kontribusi dosen dan mahasiswa. Salah satu mahasiswa Strata 3 UTHM yang ikut berkontribusi yakni Supangat M.Kom., ITIL., COBIT.

Tahun ini, UTHM mendapat Rated as a Five-Star Institution, yakni dinyatakan Universitas bintang 5 (Excellent) yang diperoleh dari QS World University dengan meliputi 6 pembagian kategori, Teaching, Employebility, Innovation, online Learning, Inclusiveness, dan Engineering - Civil and Structural.

Mahasiswa semester 5 Faculty of Computer Science and Information Technology (FSKTM) UTHM, Supangat M.Kom., ITIL., COBIT menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hadiah Hari Kemerdekaan Malaysia 2022 dan juga adanya kontribusi mahasiswa dalam pencapaian World University Rangkings 2022.

"Sebagai mahasiswa tentunya berkontribusi pada proses teaching dan office learning-nya, karena didalamnya terdapat item Student Sertification Quality of Graduate. Disitulah peran mahasiswa terhadap penilaian ranking yang diperoleh oleh UTHM. Disamping itu juga, kita sebagai mahasiswa, banyak mendapatkan fasilitas memadai yang memang diberikan oleh kampus," ujar Supangat yang merupakan Direktur Direktorat Sistem Informasi Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Surabaya, Selasa (30/8/2022).

Tidak berhenti pada pencapaian Rated as a Five-Star Institution, UTHM juga sedang menduduki posisi ke-247 di antara 1001-1200 pada QS Asia University Rankings 2022.

Wakil Dekan Pembangunan Siswazah UTHM, Dr. Mohd. Hisyam Bin Abdul Rahim, menjabarkan beberapa faktor lain yang mendukung UTHM mendapatkan rating dan ranking.

“Selain dukungan dari mahasiswa dan dosen, terdapat faktor-faktor lain sebagai pendukung mencapaian UTHM diantaranya yaitu komitmen staf, proses pembelajaran, dan kesiapsiagaan fasilitis, serta penggunaan teknologi terkini, seperti online class. Semua faktor ini membantu penyetaraan UTHM menjadi lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga:
Ribuan Mahasiswa Untag Surabaya Dangdutan Bersama Ndarboy Genk

Menjadi perguruan tinggi penyedia pendidikan teknik, UTHM menaungi mahasiswa lebih dari 22 negara berbeda. Diantaranya terdapat 4 peringkat kelompok negara terbesar yakni, Uni Emirat Arab (UIA), Indonesia, Pakistan, dan Yaman.

Sementara itu, Dosen Pengajian Islam Dr. Siti Marfuah menyampaikan peran dosen dalam pencapaian ranking yang diperolah UTHM pada World University Rankings 2022 itu terbentuk nyata karena syaratnya setiap dosen di UTHM yaitu wajib menerbitkan Jurnal Terindeks Scopus. Sehingga seluruh dosen di kampus tersebut sudah memiliki id Scopus untuk penerbitan jurnal.

Menurutnya, dosen memiliki peranan yang sangat penting, karena biasanya ranking ini dilatarbelakangi dari sejauh mana kemampuan dan kualitas dosen.

Baca juga:
Untag Surabaya Gelar FGD Identifikasi Kebutuhan Pengguna SIM MBKM

"Kita juga membina 1 sistem pembelajaran, pada saat pandemi kemarin dengan pembelajaran secara online. Jadi seluruh akses pembelajaran menggunakan 1 pintu author,” pungkas Dosen UTHM asal Ponorogo tersebut.

Sementara peran kolaborasi antara mahasiswa dan dosen menjadi support penuh bagi peningkatan kualitas perguruan tinggi terutama UTHM. Sehingga Engagement dan kolaborasi yang ada antara Universiti, mahasiswa, dan alumni dapat diperkukuhkan sebagai duta duta kecil yang membawa nama baik UTHM untuk keadaban bangsa.

Diketahui World University Rankings 2022 yang diraih UTHM merupakan pencapaian besar dan sebuah peningkatan bagi UTHM jika dibandingkan dari tahun sebelumnya yang hanya memperoleh bintang 4. Hal ini juga menjadi hadiah besar untuk menyambut Hari Kemerdekaan Malaysia ke-65, pada 31 Agustus 2022. Dengan harapan UTHM tetap dipercaya masyarakat, terutama Indonesia.