jatimnow.com - Insiden kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Gajayana relasi Gambir-Malang dan truk bermuatan ampas tebu di Nganjuk, Senin kemarin, menjadi sorotan. Terlebih peristiwa serupa juga terjadi di beberapa wilayah.
Faktor manusia hingga mesin mati di perlintasan, jadi penyebab kecelakaan yang bisa berakibat fatal tersebut. Tapi tahukah anda penyebab kendaraan mogok di perlintasan kereta?
BPBD Surabaya melalui siaran resminya menjelaskan bahwa rel yang akan dilintasi KA mengandung gaya elektrostatis yang dapat menggangu kerja mesin.
Baca juga: Tak Hanya Lokomotif, Sinyal dan Telekomunikasi KA Daop 9 Jember juga Diperiksa
Sedangkan, kendaraan yang paling sering mogok adalah kendaraan yang berbahan bakar bensin, karena masih menggunakan platina atau Capasitor Discharge Ignition (CDI).
Baca juga: Lokomotif KA di Daop 9 Jember Jalani Perawatan Mesin, Antisipasi Gangguan
"Saat terkena medan magnet yang besar dapat mempengaruhi proses pengapian CDI. Itu yang mengakibatkan mesin kendaraan mati atau mogok," tulis BPBD Surabaya dalam siaran resminya.
Sebab KA memerlukan jarak dan waktu yang panjang untuk melakukan pengereman sampai benar-benar berhenti. BPBD Surabaya berharap agar masyarakat berhati-hati ketika melewati perlintasan.
Baca juga: Kereta Panoramic Beroperasi di Angkutan Lebaran, Manjakan Pemudik Nikmati Alam
"Kereta api berbeda dengan kendaraan lain yang bisa berhenti secara tiba-tiba, kereta api membutuhkan jarak tertentu untuk melakukan pengereman hingga benar-benar berhenti," tulisnya.