Kanada Gelontor Rp 1 Milliar untuk Pengembangan Desa di Banyuwangi

Editor: Arif Ardianto / Reporter:

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melihat hasil panen petani.

jatimnow.com - Pemerintah Kanada menggelontor dana inovasi responsif (Responsive Innovation Fund/RIF) sebesar Rp 1 milliar untuk pengembangan desa di Banyuwangi.

Program RIF merupakan program kemitraan antara Indonesia melalui Bappenas dengan pemerintah Kanada melalui National Support for Local Investment Climate/ National Support for Enhancing Local dan Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED).

"Dana Rp 1 miliar untuk pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN)," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi Suyanto Waspotondo melalui rilis yang diterima jatimnow.com, Sabtu (24/3/2018).

Suyanto mengatakan, Kanada menilai Banyuwangi mampu meningkatkan hubungan kota-desa dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayahnya.

Dengan adanya program RIF ini, difokuskan pada daerah yang melakukan terobosan inovatif dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan yang menumbuhkan ekonomi lokal.

"Harapan mereka, bantuan dana ini nantinya diharapkan bisa menstimulasi pengembangan ekonomi dan penanaman investasi lokal berdasar pendekatan inovatif," tuturnya.

Ia menambahkan, khusus di sektor pengembangan ekonomi lokal, Banyuwangi mendapatkan nilai tertinggi lewat program pengembangan kawasan agrowisata berbasis desa.

Katanya, ada tiga kawasan kecamatan yang dinilai tim gabungan Kanada dan Bappenas sebagai target pengembangan kawasan agrowisata yakni, Kecamatan Licin, Kalipuro, dan Kecamatan Glagah. Ketiga kecamatan yang memiliki potensi alam dan perkebunan ini terletak di lereng Gunung Ijen.

“Pemkab Banyuwangi merancang program yang mendorong tiga wilayah ini memanfaatkan potensinya menjadi destinasi wisata yang menarik. Selain itu, pemerintah daerah aktif melakukan pemberdayaan ekonomi yang melibatkan warga desa lainnya," jelasnya.

Bantuan dari pemerintah Kanada itu dalam bentuk bantuan teknis mulai peningkatan kelembagaan masyarakat, promosi wisata, dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.

"Misalnya penguatan kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), penyusunan paket wisata, pengembangan kopi mulai dari budidaya sampai dengan siap saji, atraksi wisata, sampai dengan pemberdayaan masyarakat miskin untuk mendukung produksi," katanya.

"Kita juga akan dibantu branding daerah, berbagai upaya promosi dan pemasaran baik direct, online maupun pengembangan networking," terangnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun Kanada yang memberikan perhatian kepada desa di wilayahnya.

“Kerja kolaboratif ini mengukuhkan komitmen kita bersama untuk memperkuat pengembangan perdesaan sesuai arah kebijakan Presiden Joko Widodo,” tutur Anas.

Penulis: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

 

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter