Nyepi, Penerbangan Menuju Bali Disetop

Bandara Internasional Juanda/ dokumen jatimnow.com

jatimnow.com - Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, pada Kamis hingga Jumat (7-8/3/2019) nanti tidak akan melayani penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Hal tersebut berkenaan dengan Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada Kamis (7/3/2019) mendatang.

Humas PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya, Yuristo Ardi Hanggoro mengatakan bahwa tidak beroperasinya penerbangan dari kedua jalur itu merupakan kebijakan dari PT Angkasa Pura Ngurah Rai.

Loading...

"Bukannya kami tutup. Tapi memang tidak beroperasi karena Bandara Ngurah Rai berhenti beroperasi sementara selama Nyepi," ujar Yuristo Ardi Hanggoro, Rabu (6/3/2019).

Nantinya penerbangan itu akan mulai ditiadakan sejak pukul 05.00 Wib dan akan berlangsung selama 24 jam. Pelanggan dapat kembali mengakses penerbangan ke Ngurah Rai pada Jumat (8/3) dengan waktu yang sama.

"Pun demikian sebaliknya dari Ngurah Rai ke Juanda. Tidak akan ada penerbangan dalam kurun waktu tersebut," terangnya.

Bahkan, seluruh penerbangan baik internasional dan domestik juga ditiadakan. Hal tersebut memang dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Bali yang tengah melakukan ibadah Nyepi.

"Terkait pengaturan jadwal penerbangan dari dan menuju Bali, kami telah bekerja sama dengan Airnav, dengan diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAMN) Nomor A5144/18 NOTAMN yang berisi pemberitahuan kepada airline dan Bandar Udara di seluruh dunia bahwa kami akan melakukan penghentian sementara operasional Bandar Udara selama berlangsungnya Nyepi," jelas General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Bali, Yunus Suprayogi melalui siaran pers.

Bandara Internasional Juanda akan tetap siaga dengan kondisi darurat meski penerbangan dihentikan. Pendaratan darurat tersebut dengan maksud tetap dibuka untuk pendaratan evakuasi medis.

"Saat Nyepi nanti kami siapkan sebanyak 369 personel untuk siaga di Bandar Udara, di samping bantuan keamanan dari Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai sebanyak 30 personel, dan TNI AU sebanyak 35 personel. Sejumlah institusi komunitas Bandar Udara lainnya juga akan tetap stand by di Bandar Udara," tutupnya.

 

Berita Terkait