Pixel Code jatimnow.com

Banjir di Madiun Sisakan Kerusakan 36 Bangunan Sekolah

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Mita Kusuma
Salah satu sekolah yang rusak akibat banjir di Kabupaten Madiun
Salah satu sekolah yang rusak akibat banjir di Kabupaten Madiun

jatimnow.com - Banjir yang melanda Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu ternyata juga menyebabkan puluhan sekolah rusak, mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.

"Ada 36 sekolah yang rusak, dengan rincian 11 sekolah TK/PAUD, 22 SD, 2 SMP dan 1 gedung sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Sodik Hery Purnomo di sela mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy, Senin (11/3/2019).

Sodik memastikan 36 sekolahan itu hanya rusak pada prasarananya atau fasilitasnya.

"Sarpras (sarana dan prasarana) tergenang, komputer, buku, alat musik tergenang air, gamelan juga. Ini kami laporkan ke Pak Menteri," beber Sodik.

Meski demikian, untuk siswa SD atau SMP tetap bisa menjalankan ujian umum bersama dan ujian tengah SMP.

Baca juga:
Hujan Deras, Banjir Rendam 4 Desa di Kabupaten Madiun

"Kegiatan belajar mengajar tetap bisa berlangsung," tegasnya.

Untuk para siswa, dimungkinkan juga terdampak dengan kehilangan baju seragam, buku dan keperluan sekolah lainnya.

Baca juga:
Hujan Deras, Kabupaten Madiun Dikepung Banjir Bandang hingga Jebolnya Bendungan

Banjir di Kabupaten Madiun merupakan banjir terparah dari 15 kabupaten yang terdampak banjir. Air banjir merendam 8 kecamatan pada Rabu (6/3/2019) lalu yaitu Kecamatan Madiun, Saradan, Pilangkenceng, Balerejo, Sawahan, Mejayan, Wungu serta Kecamatan Wonoasri.

 

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com
Pojok Jimerto

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com

Selama delapan tahun, kami juga menjadi lentera di tengah kabut informasi, menuntun pembaca pada logika berfikir dan jalan kebenaran, meski kadang harus menembus riuhnya suara-suara yang bersaing.

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com
Peristiwa

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Tantangan jatimnow hari ini adalah bagaimana berperang melawan informasi yang tak bisa di pertanggungjawabkan asal-usulnya. Tugas jatimnow disitu," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono.