jatimnow.com
Alasan Keluarga Memindahkan Makam Kiai di Blitar yang Jasadnya Utuh

Proses pengangkatan jasad Kiai Muhammad Anwar Sudibyo di Blitar

jatimnow.com - Sebelum melakukan penggalian makam, keluarga almarhum Kiai Muhammad Anwar Sudibyo ternyata telah menyiapkan kain kafan dan peti baru setelah berkonsultasi dengan Kiai Zaelani, salah satu Ulama Nahdlatul Ulama di Blitar.

Namun setelah penggalian dan jasad Kiai Muhammad Anwar Sudibyo didapati masih utuh meski sudah terkubur sejak tahun 1988 silam, peti yang disiapkan akhirnya tak dipakai. Keluarga hanya memakai kain kafan baru untuk merangkap kafan lama.

"Kain kafan lama itu juga masih utuh dan hanya kotor kena tanah saja. Kemudian kain kafan yang baru ditaruh diatas jasad abah, kemudian dimakamkan di area masjid," kata Putra Kyai Muhammad Anwar Sudibyo, Muhammad Munib (60), Selasa (19/03/2019).

Baca juga:  Jasad Kiai di Blitar ini Tetap Utuh Meski 31 Tahun Terkubur

Keluarga memutuskan memindahkan makam sang kiai dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun/Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar untuk dipindahkan ke area Masjid Baitur Rouf di dusun setempat disandingkan dengan makam sang istri, Siti Afijah.

Pemindahan makam ini dilakukan seratus hari pascameninggalnya Siti Afijah. Sebab semasa hidup, Siti Afijah pernah berpesan agar jasadnya dimakamkan di depan masjid itu.

"Kebetulan ibu dimakamkan di masjid dan usulan dari para santri karena bapak santrinya banyak, jadi kami konsultasi dulu. Setelah mendapatkan petunjuk dari Kiai Mas'ud Zamburi dan dari Kiai Zaelani, kami mencoba usul ke kepala desa, lalu disetujui," ungkap Munib.

Kiai Muhammad Anwar Sudibyo lahir pada tanggal 14 Agustus 1914. Ia kemudian wafat dan dimakamkan pada tanggal 21 September 1988 pada usia 74 tahun.

Pemindahan makam sang kiai dilakukan pada tanggal 15 Maret 2019 lalu atau 30 tahun 6 bulan pascajenazah sang kiai dikebumikan. Dengan dibantu anggota Banser Gandusari, pemindahan jenazah berlangsung selama dua jam tanpa hambatan.

Loading...

 

Berita Terkait