Tak Ditemui Wakil Rakyat, Massa Sweeping Gedung DPRD Ponorogo

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: Mita Kusuma

Massa melakukan sweeping di gedung DPRD Ponorogo

jatimnow.com - Ratusan massa yang menggeruduk gedung DPRD Ponorogo kesal mengetahui anggota dewan tidak ada satu pun ada di gedung Jalan Alun-Alun Timur tersebut.

Lima orang perwakilan pendemo pun meringsek masuk. Mereka melakukan sweeping ke setiap ruangan.

Mulai dari ruangan Ketua DPRD Ali Mufti, Wakil Ketua I Slamet Hariyanto, Wakil Ketua II Aniek Suharto, hingga ruangan Wakil Ketua III Misteri Effendi. Tidak hanya itu, lima perwakilan massa juga memeriksa ruangan Komisi B dan Komisi C.

"Ini apa kok tidak ada satu pun orang. Ini rumah rakyat. Wakil rakyat tidak ada sama sekali. Kami kecewa kami ingin ketemu wakil kami," kata Sutrisno, ketua Pedagang Kaki Lima Ponorogo.

Tidak hanya menuntut bertemu anggota DPRD Ponorogo, ratusan massa juga menuntut bertemu Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

10 orang perwakilan massa yang memasuki kantor Pemkab Ponorogo, ditemui oleh Asisten II Pemkab Ponorogo Syaifur Rachman dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Addin Andana Warih.

Karena hanya ditemui oleh setingkat kepala dinas, perwakilan massa pun memilih mundur dan mengancam melakukan aksi yang lebih besar, Senin (16/4/2018) mendatang.

"Kami tidak akan berbicara apa pun disini. Karena yang ketemu hanya perwakilan. Kami hanya ingin ketemu pak bupati. Jika memang tidak bisa hari ini, Senin depan kami ke sini lagi dengan massa yang lebih besar," tegas Koordinator Lapangan, Didik Haryanto.

Sementara, Asisten II Pemkab Ponorogo, Syaifur Rachman, menyatakan tidak bisa menjawab apapun. "Hanya bisa kami sampaikan keinginan massa seperti apa. Termasuk ketemu pak Ipong (Bupati-red). Saya hanya asisten tidak bisa menjawab apapun," tegasnya.

Sebelumnya, warga Ponorogo menggeruduk gedung DPRD dan Pemkab di lingkungan Alun-Alun Ponorogo, Rabu (11/4/2018). Massa aksi membawa spanduk dengan berbagai tulisan tentang tuntutannya. Bahkan, ada pula yang membawa keranda.

Warga yang menggelar aksi demonstrasi itu mengklaim sebagai warga yang tertindas dan mengalami berbagai masalah sosial. Mereka mengklaim warga yang terusir mega proyek Waduk Bendo, warga yang terdampak pabrik gamping Sampung.

Selain itu, ada pula Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak boleh berjualan di pinggir jalan, pengendara bentor yang tidak bisa beroperasi lagi dan beberapa masalah sosial lainnya. Tuntutan massa aksi saat itu sama, yaitu bisa kembali hidup seperti semula dan tidak lagi tertindas.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter