Pixel Code jatimnow.com

Synchroma Fest 2026 di Surabaya, Ruang Temu Kopi, Musik, dan Edukasi

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Manual Brew Competition yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur memeriahkan Synchroma Fest 2026. (Foto: Humas Unitomo/jatimnow.com)
Manual Brew Competition yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur memeriahkan Synchroma Fest 2026. (Foto: Humas Unitomo/jatimnow.com)

jatimnow.com - Festival kreatif Synchroma Fest 2026 yang digelar mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (FIKOM Unitomo) menghadirkan dampak nyata bagi pelaku industri kreatif dan UMKM kopi di Surabaya.

Acara yang digelar di salah satu mall Surabaya ini menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, musisi lokal, pelaku usaha kopi, dan publik luas.

Digelar sebagai bagian dari praktik mata kuliah MICE, festival ini membuka peluang promosi bagi UMKM kopi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap edukasi kopi dan ekosistem kreatif.

Pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan tenant kopi lokal yang menampilkan ragam produk dan metode seduh.

Ketua Pelaksana Synchroma Fest 2026, Anjas Bagus Setiawan, menyebut kegiatan ini sebagai simulasi dunia kerja yang dijalani secara riil oleh mahasiswa.

“Kami belajar mengelola acara dari tahap perencanaan hingga eksekusi, dengan standar profesional dan target pengunjung umum,” ujarnya.

Baca juga:
Surga Baru Hobi & Edukasi di BG Junction, Planet Toys Sediakan Wahana Gratis

Dosen pengampu mata kuliah MICE, Citra Rani Angga Riswari, mengatakan praktik semacam ini memberi bekal penting bagi mahasiswa komunikasi.

Menurutnya, pengalaman lapangan melatih kerja tim, manajemen risiko, serta kemampuan membaca kebutuhan industri event yang terus berkembang.

Nilai edukatif festival diperkuat lewat seminar kopi yang menghadirkan Direktur PT Sulotco Jaya Abadi, Samuel Karundeng.

Baca juga:
Livin Fest Surabaya Resmi Dibuka, Intip Keseruan dan Promonya!

Ia memaparkan potensi kopi Indonesia, mulai dari Arabika, Robusta, hingga kopi Flores, termasuk praktik pendampingan petani dan proses pascapanen yang menentukan mutu rasa.

Rangkaian acara juga dimeriahkan Manual Brew Competition yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi ini dimenangkan Mochamad Arga Firmanda, disusul Iwan dan Shiratul Muttakin.

Penampilan band lokal Surabaya menutup festival yang menyatukan kreativitas kampus dengan denyut ekonomi kreatif kota.