Pixel Code jatimnow.com

Lima Hari Tak Keluar rumah, Kakek Eko Ditemukan Tewas Dikerubuti Lalat

  Reporter : Erwin Yohanes Mita Kusuma
Petugas mengevakuasi jenazah korban
Petugas mengevakuasi jenazah korban

Baca juga:
Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

jatimnow.com - Kakek sebatang kara, Eko Kurniadi (61), warga Jalan Jaksa Agung, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo ditemukan tewas membusuk dan mengeluarkan belatung oleh tetangga sekitarnya, Jumat (13/4/2018).
 
Dari data yang dihimpun jatimnow.com, warga lingkungan sekitar mencium bau menyengat seperti bangkai tikus mati, Kamis (12/4/2018) sore. Namun semakin menyengat dan ada lalat di sekitar rumah korban, Jumat (13/4/2018).
 
"Ceritanya kemarin sore sudah tahu tapi tidak ada curiga. Saya kira tikus. Ini tadi banyak lalat keluar. Jadi kami curiga," kata Joko Supriyadi, salah satu tetangga.
 
Ia pun mengaku, terpaksa membuka genteng rumah korban. Karena pintunya terkunci dan tidak bisa dibuka sama sekali.
 
"Ternyata pak Eko sudah dalam keadaan tewas dan dikerubuti lalat. Korban juga sudah lima hari tidak keluar. Biasanya masih lihat ketika berangkat atau balik kerja," katanya.
 
Sementara Wakapolsek Ponorogo Kota, IPTU Padang mengatakan, penemuan mayat tersebut berawal dari saksi yang mencium bau menyengat.
 
"Rupanya memang sudah meninggal atas nama Eko. Dari luar tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Memang sakit diabetes," pungkasnya.
 
Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes
Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com
Pojok Jimerto

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com

Selama delapan tahun, kami juga menjadi lentera di tengah kabut informasi, menuntun pembaca pada logika berfikir dan jalan kebenaran, meski kadang harus menembus riuhnya suara-suara yang bersaing.

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com
Peristiwa

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Tantangan jatimnow hari ini adalah bagaimana berperang melawan informasi yang tak bisa di pertanggungjawabkan asal-usulnya. Tugas jatimnow disitu," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono.