Deteksi AIDS, Dinkes Sulit Dekati Komunitas LGBT

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: CF Glorian

Kantor Dinas Kesehatan Kota Blitar

jatimnow.com - Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar, pada triwulan pertama tahun 2018, jumlah penderita HIV-AIDS baru bertambah dua orang.

Hal ini juga beriringan dengan meninggalnya dua penderita AIDS di Kota Blitar.

Dalam mendeteksi HIV-Aids di Kota Blitar, pemerintah terus berupaya mencari keberadaan penderita melalui program jejaring pada masyarakat.

Komunitas LGBT menjadi kelompok yang paling tertutup sehingga sulit untuk didekati.

"Program kita sedang melakukan jejaring dengan mereka (LGBT) terutama yang transgender. Kita juga sudah memberdayakan kelompok dukungan sebaya atau orang-orang komunitas ODHA ( Orang Dengan HIV-Aids)." kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar Harni Setijorini Jumat (20/04/2018).

Meski tertutup, beberapa diantara komunitas LGBT secara sukarela mau memeriksakan diri ke Dinas Kesehatan. Baik itu melalui pelayan VCT yang ada di tiga Puskesmas maupun di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Harni menjelaskan, setiap warga berhak untuk mengetahui status HIV-nya. Terlebih untuk warga yang diketahui mengidap penyakit tertentu seperti ibu hamil dan penderita TBC (tuberculosis).

"Itu juga yang sedang kita proses. Jadi orang-orang yang saya sebutkan tadi, berhak untuk tahu status HIV-nya dan mau test secara sukarela. Karena Reagen sudah dipenuhi oleh pemerintah pusat. Tinggal masyarakat memanfaatkan secara gratis," terang dia.

Sesuai data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Blitar, jumlah penderita HIV-AIDS mengalami kenaikan sejak empat tahun terakhir.

Pada tahun 2014 terdapat 6 kasus, di 2015 naik menjadi 24 kasus, 2016 bertambah 27 orang, dan di tahun 2017 menjadi 29 orang. Sedangkan triwulan pertama 2018 bertambah 2 orang penderita.

Bila ditotal, jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Blitar sejak tahun 2004 hingga awal 2018 mencapai 144 penderita yang didominasi oleh pria dengan jumlah 100 penderita. Dari jumlah itu 82 diantaranya masih hidup dengan rata-rata usia produktif.

"Kalau meningkat artinya kita sudah berhasil mendekati dan mendata para penderita HIV, sebelum nanti masuk ke fase AIDS. Mereka yang masih hidup terus kita monitor dan kita berikan pengobatan ARV. Karena kalau sudah terinfeksi tidak bisa sembuh tapi virusnya bisa dikendalikan sebelum parah dan masuk ke fase AIDS," ungkap Harni.

Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter