Angkernya Bendungan Wates: Kakek Tua Misterius hingga Sederet Ritual

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Mita Kusuma

Penampakan Bendungan Wates Madiun yang dikenal angker (foto: Istimewa)

jatimnow.com - DAM atau bendungan di Dusun Wates, Desa Kebonagung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, tempat tiga pekerja proyek tewas tenggelam, disebut angker oleh warga setempat. Apa saja fakta yang menguatkan asumsi warga tersebut?

Peristiwa terbaru di bendungan tersebut terjadi Jumat (6/9/2019). Tiga pekerja proyek yang hilang tenggelam di bendungan tersebut ditemukan, setelah warga sepakat menggelar ritual dengan melarung tiga ekor ayam putih hidup-hidup dan kembang telon (bunga tiga warna).

Percaya atau tidak, satu jam berselang, tiga pekerja itu ditemukan sekitar pukul 17.00 Wib. Padahal tim gabungan sudah melakukan pencarian sejak pukul 11.00 Wib dan tak kunjung menemukannya. Namun, tiga pekerja asal Ponorogo itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca juga:  

Kepala Desa Kebonagung Alex Susanto mengatakan, ritual melarung tiga ayam putih hidup-hidup itu digelar setelah mendapat saran dari para sesepuh desa setempat. Sebab pada tahun 2008, cara yang sama dilakukan hingga orang yang hilang tenggelam saat itu, juga ditemukan.

"Ini ayam putih mulus untuk mencari korban yang tenggelam di bendungan sini," tutur Alex, Sabtu (7/9/2019).

Dari data yang tercatat di desa, sudah ada 9 orang yang tenggelam di bendungan angker tersebut. Dan setiap pencariannya, selalu melibatkan prosesi ritual larung ayam putih hidup-hidup.

"Tempat ini angker dan sudah sembilan korban yang meninggal tenggelam. Dulu pencarian juga memakai ayam putih ini," ungkapnya.

Menurut sesepuh desa, lanjut Alex, dilarungnya ayam purih ke bendungan itu ditujukan sebagai persembahan sesaji untuk sang penunggu bendungan.

"Biasanya untuk sesajen yang menunggu bendungan. Kemarin, saya juga basah-basahan karena ikut berenang mencari korban," ujar Alex.

Dari cerita yang berkembang di warga setempat, Bendungan Wates itu ditunggu oleh makhluk gaib yang kerap menjelma menjadi seorang kakek tua. Namun sang penunggu dipercaya tidak pernah mengganggu warga setempat. Korban tenggelam, rata-rata warga dari luar daerah.

"Kebanyakan orang luar daerah yang ndak tahu kondisi lokasi. Kalau warga sekitar tidak ada yang berani. Itu rumahnya (penunggu bendungan) di sana, yang saya buatkan rumah kecil," jelasnya.

Dia mengatakan, Bendungan Wates merupakan bendungan yang dibangun dan berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Menurutnya, banyak kejadian misterius sehingga membuat bendungan tersebut disebut angker.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter