Sakit Hati, Seorang Karyawan di Surabaya Bobol Brankas Majikan

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Farizal Tito

Irvan Zakaria tunjukkan cara bobol brankas majikannya di depan polisi

jatimnow.com - Irvan Zakaria (38), yang bekerja sebagai sopir di Surabaya diringkus Unit Reskrim Polsek Tegalsari karena membobol brankas perusahaan tempatnya bekerja dan menggondol uang Rp 78 juta.

Saat diamankan, polisi tidak mendapatkan barang bukti uang dari tersangka asal Kalibokor yang indekos di Jalan Pucangan gang 3, Surabaya ini.

Polisi hanya mengamankan beberapa peralatan rumah tangga seperti kipas angin, TV, AC dan sepeda motor. Barang-barang ini dibeli tersangka menggunakan uang dari hasil mencuri brankas tersebut.

"Yang bersangkutan kami amankan kemarin setelah dilakukan pengejaran selama kurang lebih 26 hari," kata Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Aditama didampingi Kanitreskrim Iptu Kennardi, Senin (14/10/2019).

Menurutnya, penangkapan tersangka tidaklah mudah karena Irvan kerap berpindah-pindah tempat saat hendak diamankan.

"Tersangka ini cukup licin. Bahkan kita sempat dibantu Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo untuk memburunya," jelasnya.

Selain dikenal licin, pelaku juga tidak menggunakan uang hasil kejahatannya untuk belanja secara langsung. Namun sedikit demi sedikit.

Karena itu, polisi sempat mengalami kesulitan untuk mengendus transaksi yang dilakukan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui jika uang Rp 78 juta dibelanjakan pelaku untuk membeli berbagai perabotan rumah tangga, hiburan dan sisanya untuk judi online.

Dari handphone yang turut diamankan, diketahui jika pelaku dalam sekali berjudi menghabiskan uang kurang lebih Rp 600-700 ribu. Sedangkan untuk karaoke, pelaku menghabiskan uang hingga Rp 7-8 juta.

"Isi brankas sekitar Rp 78 juta dan semua diambil oleh tersangka. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga karena sakit hati pada bosnya," jelasnya.

Saat dirilis di Mapolsek Tegalsari, Irvan mengaku jika aksi pembobolan brankas yang ia lakukan dilandasi rasa sakit hati dengan bosnya.

"Saya tidak terima saat dipindah itu. Awalnya jadi sopir pribadinya, terus dipindah ke kantor. Kerja saya jadi ndak enak. Brankasnya saya bobol pas sepi," ungkapnya.

"Saya pakai kunci, ndak pakai merusak. Awalnya saya sering disuruh beli air galon, dibuat kantor. Mulai dari situ saya hafal. Saya cari kuncinya, terus saya ambil uangnya," tukasnya.

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter