Wali Kota Risma: Peredaran Miras di Surabaya Tak Bisa Dilarang Total

Editor: Budi Sugiharto / Reporter: Arry Saputra

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan peredaran minuman keras di Kota Pahlawan tidak bisa dilarang secara total, melainkan harus dikontrol secara ketat.

"Kota ini sudah internasional. Makanya asal pengaturannya benar-benar bagus, contohnya di negara Malaysia ngomong negara Muslim, tapi ya tetap ada, tapi dikontrol," kata Tri Rismaharini saat mengelar jumpa pers di ruang kerjanya, Rabu (25/4/2018).

Menurut dia, dalam hal ini yang paling penting adalah kontrolnya. Peristiwa tewasnya sejumlah warga di Kota Surabaya akibat minuman keras oplosan, kata Risma, karena tidak ada kontrol.

"Tidak ada izinnya karena kita tidak mengeluarin izin. Kalau kafe tidak ada izinnya langsung ditutup," kata Risma.

Risma mengatakan sudah berapa kali Pemkot Surabaya menemukan kafe yang menjual minuman keras.

"Kala ada ya kita serahkan ke polrestabes, dan kita beri tindakan adminsitrasi berupa penuntupan," katanya.

Ia juga kurang sepakat sebutan KLB (kejadian luar biasa) atau darurat minuman keras di Kota Pahalwan menyusul kasus meninggalnya sejumlah warga yang diduga karena minuman keras akhir-akhir ini.

"Kalau dikatakan KLB saya belum berani karena sebetulnya ada beberapa kawasan yang sebenarnya sudah saya minta Satpol untuk mengawasi. Kayaknya Satpol tidak bisa menembus sehingga perlu bantuan kepolisian. Pak Kapolrestabes siap membantu," katanya.

Apalagi, kata dia, pihak kepolisian masih mendalami sejumlah warga yang meninggal akibat minuman keras atau tidak. "Kemarin juga ada jenazah warga yang meninggal diotopsi," katanya.

Soal Perda Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol yang belum diundangkan, Risma mengaku tidak tahu persis perjalanan perda tersebut sampai saat ini.

"Saya tidak tahu posisinya di mana, saya lupa, nanti saya ceknya dulu," katanya.

Sementara di Polrestabes Surabaya digelar deklarasi anti miras dan pertemuan bersama elemen seperti MUI, FPI, Karang Taruna, Pramuka, akademisi dan ormas Islam lainnya untuk membahas langkah-langkah ke depan memberantas miras oplosan atau ilegal.

Ketua Karang Taruna Surabaya M Arif An meminta kepolisian bertindak tegas. Ia juga mendorong agar Perda Mihol (minuman beralkohol) di Surabaya segera diberlakukan.

"Perda Minhol itu jawabannya untuk memberantas miras," kata Arif An. Begitu juga perwakilan dari FPI dan MUI juga senada.


Reporter: Arry Saputra/Antara
Editor: Budi Sugiharto

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter