jatimnow.com
Ini Alasan Pemasangan Spanduk Penolakan 'Hotel Mayat' di Sidoarjo

Warga melintas di spanduk penolakan pembangunan rumah jenazah di Ketegan Sidoarjo

jatimnow.com - Spanduk penolakan pembangunan 'Hotel Mayat' bertebaran di lingkungan RT 13 RW 3 Ketegan, Sidoarjo.

Sedikitnya 8 spanduk berisi penolakan warga atas pembangunan rumah duka untuk tempat penyimpanan dan pembakaran mayat yang berada di Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Spanduk Penolakan Hotel Mayat Terpasang Dekat Pintu Gerbang Tol Waru

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Untuk lokasi pembangunan sendiri berada di sebelah persawahan. Di salah satu alat berat bertuliskan Tata Bumi Raya selaku pihak kontraktor pembangunan rumah duka tersebut.

Tulisan spanduk diantaranya 'Jangan Bangun Rumah Mayat di Lingkungan Kami RT 13 RW 3 Ketegan, Karena Kami Akan Menolak Sampai Kapan pun'.

Pembangunan rumah duka itu hingga kini menjadi pro dan kontra di antara para warga Ketegan.

Yusuf, salah satu warga Ketegan membenarkan jika warga ada yang menolak dan mendukung pembangunan tersebut.

Ia menyebut, pembangunan rumah duka dikerjakan sejak akhir Desember 2018 dan hingga kini pembangunannya telah mencapai 50 persen.

"Pokoknya ada yang pro, ada yang kontra," katanya, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, bukan tanpa alasan warga menolak pembangunan rumah duka tersebut. Mereka mengaku takut akan limbah yang dihasilkan dari rumah duka dan perasaan takut untuk dihantui atas jenazah yang akan ditempatkan di tempat tersebut.

"Warga yang menolak beralasan karena mereka takut limbah dan takut dihantui," ujarnya.

Saat rapat dengan pihak pengembang, warga yang tidak setuju telah mengajukan kompensasi dari pembangunan rumah duka tersebut.

"Diantaranya fasilitas karang taruna dan fasilitas kerja," tandasnya.

Chairman PT Tata Bumi Raya, Jamhadi saat dihubungi mengatakan dirinya tidak bersedia menanggapi adanya penolakan warga terhadap pembangunan rumah duka tersebut. 

Loading...

"Saya tidak bisa mengomentari itu karena saya hanya kontraktor. Saya kurang paham. Saya sedang banyak tamu," jawab Jamhadi.

Sebelumnya, spanduk berwarna kuning terpasang di pinggir jalan tol dekat Pintu Gerbang Tol Waru arah Sidoarjo.

Tulisan nyeleneh pada spanduk itu sontak menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan tol yang tengah melintas.

Berita Terkait