jatimnow.com
Ketika Berebut Tiket Pilwali Surabaya dari PDIP

Whisnu Sakti Buana dan Adi Sutarwijono

jatimnow.com - 19 bakal calon yang mendaftar di PDIP, ada tiga kader PDIP yang berebut mendapatkan rekomendasi atau tiket dari  Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

Ketiga kader PDIP itu adalah Whisnu Sakti Buana yang mendaftar bakal calon wali kota. Whisnu adalah juga Wakil Wali Kota Surabaya dan mantan Ketua DPC PDIP Surabaya.

Dua lainnya adalah anggota DPRD Kota Surabaya, Dyah Katarina, yang mendaftar bakal calon wali kota, dan anggota DPRD Jawa Timur, Armuji, yang mendaftar bakal calon wakil wali kota.

Reklame Dyah Katarina di KendangsariReklame Dyah Katarina di Kendangsari

PDIP bertekad kembali memenangkan Pilwali Surabaya 2020 dan meneruskan kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini. Mereka terus melakukan konsolidasi organisasi dengan jajaran di bawahnya.

Misal, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, rapat konsolidasi dengan jajaran PDIP di Kecamatan Sukolilo, Minggu (15/12/2019).

"Kita tingkatkan terus konsolidasi organisasi untuk memenangkan Pilkada Surabaya tahun depan. Terus kita rapatkan barisan. Kita gelar rapat-rapat konsolidasi hingga level kelurahan dan anak ranting (setingkat RW)," kata Adi Sutarwijono.

ArmujiArmuji

Sementara itu, Mantan Ketua Tim Kampanye Daerah untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Jawa Timur, Machfud Arifin didorong sebagai calon wali kota Surabaya.

Setelah mantan menteri BUMN Dahlan Iskan, giliran Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunah Surabaya ini merasa senang bila mantan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersedia sebagai Wali Kota Surabaya mendatang.

"Kalau beliau kerso (mau) untuk di Surabaya, saya senang sekali," katanya usai menerima kedatangan Machfud Arifin di pondok pesantrennya, pada Rabu (19/12/2019) malam .

Loading...

Machfud Arifin bersama KH Miftachul AkhyarMachfud Arifin bersama KH Miftachul Akhyar

Bagi KH Miftachul Akhyar, figur pemimpin Surabaya ke depan adalah yang peduli pendidikan dan agama serta bisa membangun kota Surabaya.

"Ya yang bisa semuanya tercover. Jadi terutama yang menyangkut dengan pendidikan, bidang keagamaan. Di Surabaya ada yang noto (menata) yang ngatur lah, biar berkah Surabaya," tuturnya.

Ia menilai masyarakat Surabaya dikenal bloko suto atau terbuka dan menyampaikan apa adanya. Machfud Arifin juga dipuji sangat peduli dengan religi.

"Tapi tidak meninggalkan religi, yang nilai-nilai mulia. Beliau masuk di mana-mana, masjid yang didahulukan," katanya.

Ia menambahkan, Machfud Arifin saat menjabat Kapolda Jatim juga peduli dengan kesehatan dengan merenovasi Rumah Sakit Bhayangkara.

Selain peduli dengan agama, kesehatan, figur wali kota ke depan juga harus peduli dengan perekonomian hingga pendidikan.

"Di samping nanti bagaimana ekonomi di Surabaya. Jadi kesehatan, peribadatan lalu ekonomi, otomatis itu selalu ketemu dengan pendidikan. Hal-hal seperti ini yang pokok dan perlu menjadi perhatian," terangnya.

Berita Terkait