jatimnow.com

Musim Hujan, Penjualan Buah Durian Pasar Induk Osowilangun Meningkat

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Sahlul Fahmi
Mujiono, pedagang buah durian di PIOS 🔍
Mujiono, pedagang buah durian di PIOS

jatimnow.com - Musim hujan bagi para pedagang durian membawa berkah. Jika para pedagang buah lainnya mengalami penurunan saat musim hujan, namun pedagang durian justru menunjukkan peningkatan.

Mujiono, salah satu pedagang durian di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) mengatakan jika dagangan miliknya justru mengalami kenaikan di musim hujan. Ia menyebut jika durian merupakan salah satu buah yang dapat meningkatkan suhu badan.

"Musim hujan tentunya dingin. Banyak orang mengkonsumsi makanan dan minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Salah satunya adalah buah durian," jelas Mujiono saat ditemui jatimnow.com, Jumat (10/1/2020).

Loading...

Selain itu, musim hujan juga membuat durian lebih awet sehingga para pedagang tidak terlalu khawatir karena stoknya bisa bertahan lebih lama.

"Karena suhu lebih dingin, maka durian menjadi tidak mudah retak. Disimpan sebulan juga tahan," jelas pedagang asal Malang itu.

Selama ini Mujiono mendapatkan pasokan durian dari Bali dan Jember.

"Kalau yang dari Bali itu jenis durian montong. Sedang yang dari Jember itu jenis durian lokal," ujarnya.

Dari dua jenis durian tersebut durian lokal yang paling laris. Durian lokal ini dijual perbuah dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 40 ribu.

"Kalau montong jualnya perkilo Rp 45 ribu. Montong lebih mahal tapi lebih enak dibanding durian lokal," lanjutnya.

Di hari biasa, Mujiono mengaku mendapat kiriman satu truk durian setiap minggunya. Namun kini saat musim hujan, ia mengaku mendapat pasokan durian dari Bali dan Jember sebanyak dua truk.

"Sekarang ramai jadi bisa mendatangkan dua truk per minggu," pungkasnya.

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

Loading...