Pixel Code jatimnow.com

Miris, Bocah SD di Blitar ini Curi Motor Lima Kali

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : CF Glorian
Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi
Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi

jatimnow.com - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar memeriksa bocah laki-laki berumur 12 tahun secara intensif. Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu terlibat pencurian motor di 5 lokasi.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi mengatakan, motor yang dicuri bocah SD itu sebagian telah dikembalikan. Sementara yang belum dikembalikan, langsung disita penyidik.

"Lima lokasi itu masih pengakuan pelaku. Dua motor sudah dikembalikan, dua lagi kita sita. Satu lagi masih kita lakukan pembuktian terlebih dulu," terang Sodik, Kamis (16/1/2020).

Sodik menjelaskan, bocah SD itu mencuri motor yang kunci kontaknya masih menancap. Ia mencuri motor ketika pemiliknya lengah saat si bocah duduk atau berjalan di sekitar motor.

"Berawal dari kecurigaan warga yang sepeda motornya sempat hilang lalu ditemukan di kandang belakang rumah milik tetangga bocah ini. Kemudian kami memintai keterangan yang bersangkutan, ternyata mengakui," ungkap Sodik.

Setelah terbukti melakukan pencurian, bocah SD itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Blitar. Meski dijerat dengan Pasal 363 KUHP, tetepi bocah itu tidak ditahan.

"Tidak kami tahan karena tersangka masih di bawah umur. Tersangka kami kembalikan kepada orangtuanya dan dalam pengawasan dan pembinaan. Untuk proses hukumnya tetap berjalan," pungkasnya.

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com
Pojok Jimerto

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com

Selama delapan tahun, kami juga menjadi lentera di tengah kabut informasi, menuntun pembaca pada logika berfikir dan jalan kebenaran, meski kadang harus menembus riuhnya suara-suara yang bersaing.

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com
Peristiwa

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Tantangan jatimnow hari ini adalah bagaimana berperang melawan informasi yang tak bisa di pertanggungjawabkan asal-usulnya. Tugas jatimnow disitu," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono.