Meraba Jumlah Pasangan Calon yang akan Bertarung di Pilwali Surabaya

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Jajeli Rois

Posko pemenangan Machfud Arifin di Jalan Basuki Rahmat Surabaya

jatimnow.com - Partai politik akan membangun koalisi agar dapat memenuhi syarat bisa mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya di pilwali tahun ini.

Partai politik yang memiliki kursi di DPRD Surabaya, hanya PDI Perjuangan (PDIP) yang tidak harus koalisi.

PDIP satu-satunya partai yang memiliki 15 kursi di DPRD Surabaya. Sedangkan batas minimal untuk bisa mengusung pasangan calon adalah 10 kursi.

Saat ini nama yang beredar sebagai calon wali kota yang akan diusung PDIP adalah Eri Cahyadi. Eri adalah anak buah Wali Kota Tri Rismaharini yang saat ini sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

Machfud Arifin menerima rekomendasi dari elite PKB

Namun dia tidak mendaftar ketika PDIP Surabaya melakukan penjaringan. Saat itu yang mendaftar dari kader maupun non kader.

Dari kader termasuk Whisnu Sakti Buana yang saat ini menjadi wakil wali kota Surabaya. Dia juga pernah menjadi ketua PDIP Surabaya sebelum digantikan oleh Adi Sutarwijono. Eri bisa saja nantinya mendaftar melalui DPP PDIP.

Sedangkan partai-partai di luar PDIP seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menyerahkan rekomendasi calon wali kota Surabaya kepada Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Beberapa partai lainnya juga sudah merapat maupun memberikan sinyal untuk mengusung mantan Kapolda Jatim itu. Seperti, Partai Gerindra, Partai Demokrat, NasDem serta beberapa partai lainnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Bappeko Eri Cahyadi

Partai di luar PDIP sepertinya tak ingin ketinggalan kereta di Pilwali Surabaya. Apakah mereka akan bergabung dengan PDIP, atau berkoalisi bersama partai-partai lainnya yang sudah memberikan rekom ke Machfud Arifin?

Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SCC) Surokim Abdussalam mengatakan, apabila peluang bergabung dengan PDIP sangat sulit, maka ada peluang bagi partai lainnya untuk berkoalisi mengusung Machfud Arifin.

"Jika PDIP kian sulit ditembus, maka pilihan untuk merapat ke MA (Machfud Arifin) akan kian besar. Apalagi bagi partai yang jumlah kursinya kecil, jelas tidak mau menunggu lama-lama dan ingin kejelasan di Pilwali Surabaya," terang Surokim, Rabu (22/1/2020).

Surokim yang juga pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menilai kemungkinan adanya calon tunggal di Pilwali Surabaya sangat kecil.

Machfud Arifin bersama pimpinan Partai NasDem di Jakarta

Alasannya, pemilih di Surabaya cukup heterogen alias beragam latar belakangnya. Kedua, pertumbuhan pemilih rasional kritis amat signifikan.

Ketiga, akan jadi preseden buruk bagi partai- partai bila pemilihan wali kota hanya diikuti satu pasangan calon saja. Keempat, konfigurasi partai-partai di Surabaya tidak memungkinkan satu pasangan calon.

"Akan mampu mendorong semua partai. Kelima, masih mungkin ada calon independen yang bisa memenuhi syarat," katanya.

Selain itu calon tunggal, kata Surokim, berisiko meningkatkan apatisme publik.

"Dan bisa menjadi voters Surabaya akan melawan dengan memilih bumbung kosong," tuturnya.

Dari prespektif politik, itu juga tidak sehat bagi demokrasi elektoral kota besar dengan pemilih lebih dari 2 juta.

"Menurut saya kok nggak mungkin (pasangan calon tunggal)," jelasnya.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter