jatimnow.com

RSU dr Soewandi Minta Postingan Pasien di Medsos Dihapus

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Budi Sugiharto
RSU dr Soewandi Surabaya 🔍
RSU dr Soewandi Surabaya

jatimnow.com - RSU dr Soewandi Surabaya meminta Ikas Choirul Iklani, keluarga pasien yang mengaku dibentak petugas saat mengantre untuk menghapus video yang sudah dipostingnya di media sosial. Rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu juga memastikan tidak ada pembentakan.

"Tidak ada pembentakan, juga tidak ada penelantaran," kata Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU dr Soewandi, Drg Rince Pangalila saat diwawancara live bersama Radio Suara Surabaya, Kamis (5/3/2020) malam.

Dalam wawancara itu Rince juga menjelaskan bahwa RSU dr Soewandi sudah mendatangi alamat yang tercantum di media sosial tersebut, tetapi tidak bertemu dengan Ikas Choirul Iklani.

"Rumah sakit sudah mendatangi alamat yang tercantum di sosmed tersebut, tetapi tidak ada orangnya sama sekali. Kemudia disuruh katanya ke Putat apa gitu, didatangi juga nggak ada," tuturnya.

Loading...

Ia juga menjelaskan standar operasional prosedur (SOP) penanganan di instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit.

Baca juga:  

"Semua masyarakat yang datang ke IGD minta didulukan. Terus siapa yang mau didulukan sama dokternya? Itu berdasarkan kegawatdaruratan, bukan berdasarkan antrean. Itu yang harus dipahami oleh masyarakat," paparnya.

"Tidak ada rumah sakit yang menelantarkan pasien. Semua dokter dan petugas di rumah sakit senang mengobati pasien hingga menjadi sembuh," tambah Rince.

Meski petugas RSU dr Soewandi berhasil belum bertemu Ikas, Rince meminta kepada Ikas menghapus postingan videonya yang sudah tersebar di media sosial (medsos).

"Saya cuman minta video itu mohon dihapus. Karena itu bisa kena sanksi tentang distribusi informasi yang tidak benar, tentang informasi yang memang tidak pada tempatnya," jelasnya.

"Memvideo itu merupakan suatu larangan yang memang tidak boleh karena itu tentang kerahasiaan pasien. Jadi dokter maupun petugas mempunyai kewajiban untuk menyimpan rahasia pasien, kecuali pasien sendiri yang ingin membuka penyakitnya sendiri ke publik," sambung Rince.

Rince berharap Ikas mendengar statement-nya tersebut, sehingga Ikas bisa sadar bahwa apa yang diviralkan itu salah.

"Sehingga dia akan sadar, mengklarifiasi ke rumah sakit ataupun menghapus unggahan yang ada di medsos sehingga pihak rumah sakit tidak akan memperpanjang masalah tersebut," tandas Rince.

Memang, dalam unggahannya, akun Facebook Ikas Choirul Iklani pada pukul 08.37 Wib, Rabu (4/3/2020) mengaku dibentak-bentak oleh petugas RSU dr Soewandi.

Dalam portingannya itu, ia mengaku mengantarkan anaknya yang sakit untuk antre mendapat penanganan. Ia juga menyertakan tiga video berisi peristiwa di RSU dr Soewandi tersebut.