Pixel Code jatimnow.com

Mobil Tabrak Motor di Pacet Mojokerto, 4 Orang Terluka

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Achmad Supriyadi
Para korban luka akibat kecelakaan di Pacet, Mojokerto dievakuasi ke rumah sakit
Para korban luka akibat kecelakaan di Pacet, Mojokerto dievakuasi ke rumah sakit

jatimnow.com - Sebuah mobil Daihatsu Hijet dengan nopol N 1885 BC menabrak motor Honda Vario W 5047 SZ di Jalan Raya Sendi Cangar, Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kecelakaan terjadi diduga akibat rem mobil blong.

Mobil Hijet itu dikemudikan Ahmad Afandi (35), warga asal Jalan Prof M Yamin Kota Malang dengan penumpang bernama Andre (35) warga asal Pakisaji, Kabupaten Malang.

Sementara motor Honda Vario dikendarai Maulana Ikbal (20), asal Kecamatan Krembung berboncengan dengan Hilda Rizma Maulida (20) warga Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto Ipda Wihandoko mengatakan, mobil berwarna hijau itu melaju dari arah Batu menuju Pacet. Sementara motor dari arah berlawanan.

"Mobil mengalami rem blong tepat di AMD Sendi saat menuju ke Pacet. Dari arah berlawanan datang sepeda motor Vario sehingga kecelakaan tidak terelakkan," ungkap Wihandoko, Minggu (7/6/2020).

Baca juga:
Truk di Bangkalan Sruduk Warung, usai Tabrak Motor

Wihandoko menambahkan, setelah menabrak motor, mobil Hijet itu terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

"Akibat kecelakaan itu, empat orang mengalami luka ringan dan berat," jelasnya.

Dia menyebut, pengemudi mobil mengalami luka ringan. Untuk penumpang mengalami patah tulang tangan sebelah kanan dan luka di kepala. Sementara pengendara motor mengalami patah tulang kaki kanan dan luka di kepala dan untuk yang dibonceng hanya luka ringan.

Baca juga:
Kronologi Mahasiswa UINSA Kecelakaan Naik Tosa saat KKN di Banyuwangi

"Keempat korban kami bawa ke Rumah Sakit Sumber Glagah Pacet untuk mendapat perawatan medis," pungkasnya.

 

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.