jatimnow.com
Machfud Arifin dan Istri Bahas UMKM dan Bantu Nenek Sakit di Dinoyo

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin saat menyapa warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, Tegalsari

jatimnow.com - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bersama Ny Lita, istrinya menyapa warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, Tegalsari, Selasa (25/8/2020) malam.

Di hadapan warga, Lita membeberkan resepnya untuk menghidupkan dan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Surabaya.

"Kalau Bapak Machfud Arifin menjadi wali kota Surabaya, tentu pembinaan UMKM di tangan saya. Tentu saya akan berusaha maksimal untuk memajukan UMKM yang ada di Surabaya. Karena sesuai dengan tagline-nya Pak Machfud Arifin bahwa Surabaya Maju Kotane, Makmur Wargane," ujar Lita.

Sapa warga itu juga dihadiri Ajeng Wira Wati, anggota Fraksi Gerindra DPRD Surabaya. Lita juga menerangkan visi dan misi Machfud Arifin yang akan merevitalisasi pasar-pasar yang ada di Surabaya.

"Saya memberikan pendapat ke beliau bahwa pasar itu jangan satu lantai, diusahakan lebih dari satu lantai sehingga lantai dua, lantai tiga bisa dimaksimalkan untuk UMKM. Dan untuk pasar-pasar tersebut juga akan kita buat tematik pasar," tuturnya.

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin mendampingi Ny Lita, istrinya yang menjelaskan tentang UMKM di hadapan warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, TegalsariCalon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin mendampingi Ny Lita, istrinya yang menjelaskan tentang UMKM di hadapan warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, Tegalsari

Dia mencontohkan Pasar Tunjungan yang saat ini mangkrak yang dapat dibangun dengan yang lebih bagus, layak serta dapat dimanfaatkan untuk penjualan produk UMKM warga Surabaya.

"Bahwa selama ini tidak digunakan dan terbengkalai. Padahal lokasi itu sangat-sangat strategis," ungkap Lita.

"Bisa kita manfaatkan untuk UMKM cinderamata, batik, sehingga nanti apabila ada tamu dari kota lain maupun dari mancanegara dapat dengan mudah mendapatkan oleh-oleh cenderamata dengan hanya menyebarang di depannya Plaza Tunjungan," tambahnya.

Lita juga mencontohkan Pasar Genteng. Lita menceritakan sejak dirinya mendampingi Machfud Arifin berdinas sebagai Wakasat Reskrim Polwiltabes (sekarang Polrestabes Surabaya) Tahun 1996, kondisi Pasar Genteng justru semakin tidak bagus.

Menurutnya, pasar tersebut seharusnya bisa digunakan sebagai pusat penjualan mamin (makanan minuman) produk UMKM mamin, sehingga tamu beli oleh-oleh bisa langsung ke Pasar Genteng.

"Jadi ke depan, dengan visi misi Pak Machfud Arifin, akan merevitalisasi pasar di Surabaya, tentu akan besar pengaruhnya untuk UMKM yang ada di Surabaya," jelasnya.

Lita yang juga pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat ini menyebut bahwa para pelaku UMKM nantinya akan diberikan pembinaan yang lebih baik lagi, diberikan bantuan-bantuan yang didasarkan atas kebijakan wali kota Surabaya.

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Ny Lita, istrinya bersama warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, TegalsariCalon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Ny Lita, istrinya bersama warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, Tegalsari

"Karena UMKM ke depan akan dibina langsung oleh istri wali kota yang lebih gampang ketemu. Kalau kepala dinas yang mengurusi UMKM, untuk mengajukan sesuatu ke wali kota tentu membutuhkan waktu. Tapi kalau satu bantal, satu kasur, gampang nggak bu (gampang). Tentu lebih didengar," tuturnya disambut tepuk tangan warga.

Selain pembinaan untuk membuat produk UMKM yang berkelas nasional hingga internasional, lanjut Lita, para pelaku UMKM di Surabaya juga akan diberikan wadah pameran.

"Ke depan dalam hal pemasaran, kita buat pameran. Tidak hanya pameran-pameran di Surabaya, tapi kita bawa juga ke tingkat nasional dan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar di Surabaya. Kita kejar juga hingga pasar-pasar di seluruh Indonesia dan kita promosikan ke tingkat internasional," paparnya.

Meski Machfud Arifin sudah purna sebagai polisi setelah menjabat Kapolda Jatim, Lita sebagai pengurus Dekranas Pusat diminta oleh Nyai Hj Wury Estu Handayani, istri Wakil Presiden Kh Ma'ruf Amin untuk membawa UMKM dari Ibu-ibu Bhayangkari mengikuti pameran di luar negeri.

"Saya sering pameran skala besar dan seringkali bawa UMKM dari Bhayangkari ke mancanegara," tuturnya.

Dalam acara itu, Lita juga memohon doa restu agar Machfud Arifin dapat memenangkan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada 9 Desember 2020 nanti.

"Bismillah, kami berniat baik, kami berniat mengabdi, tidak mencari yang lain selain ridho Allah SWT. Saya mohon doanya, saya mohon dukungannya, agar kami bisa mewujudkan visi misi Pak Machfud Arifin," jelasnya.

Sementara Machfud Arifin mengucapkan terima kasihnya kepada warga yang kreatif yang bergerak di bidang UMKM. Cak Machfud-sapaan akrabnya sangat mengapresiasi.

"Kita sebagai warga Suroboyo harus bangga dengan Kota Suroboyo-nya," ujar Calon wali kota Surabaya yang diusung koalisi 8 partai, yaitu PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar dan PKS ini.

Loading...

Menurutnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sesuai peraturan yang berlaku sudah tidak bisa maju sebagai wali kota untuk ketiga kalinya. Juga tidak bisa maju sebagai wakil wali kota.

"Yang sudah diperbuat oleh Bu Risma tentunya harus dijaga, harus dipelihara dan harus ditingkatkan lebih baik lagi," terang Machfud Arifin.

Kerabat Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin saat memberikan bantuan kepada Ngaisah, nenek 70 tahun warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, Tegalsari yang sakit strokeKerabat Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin saat memberikan bantuan kepada Ngaisah, nenek 70 tahun warga Dinoyo Sekolahan II RW 4, Tegalsari yang sakit stroke

Selepas menyapa warga, Machfud Arifin bersama istrinya menyempatkan melihat Ngaisah, nenek 70 tahun warga setempat yang mengidap sakit stroke cukup lama.

Nenek itu lantas diberikan bantuan serta semangat kemudian doa agar segera sembuh. Machfud Arifin bersama Ny Lita pun merasa senang bisa membantu orang yang benar-benar membutuhkan.

"Matur sembah nuwun (terima kasih banyak) Bapak Machfud Arifin dan ibu. Mugi-mugi diijabahi mimpin Suroboyo, dadi wali kota (semoga dikabulkan mimpin Surabaya jadi wali kota)," tutur Ngaisah.

Berita Terkait